Proyek Trotoar Rp 38 Miliar di Kota Probolinggo Diduga Menyimpang, Pemasangan U-Ditch Asal Jadi dan Tidak Rapat

Sabtu, 18 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA PROBOLINGGO– Pengerjaan proyek trotoar di Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo, menuai sorotan publik. Proyek bernilai Rp 38 miliar tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan standar teknis, terutama pada bagian pasangan saluran beton (U-ditch).

Pantauan di lokasi menunjukkan jarak sambungan antar U-ditch yang terpasang terlalu renggang. Pihak pelaksana diduga menutupi celah tersebut menggunakan campuran semen agar terlihat rapat. Namun, tindakan ini justru berpotensi menimbulkan kerusakan serius di kemudian hari.

Celah pada sambungan dapat menyebabkan kebocoran air, erosi tanah, hingga masuknya lumpur dan sampah ke dalam saluran. Akibatnya, fungsi utama U-ditch sebagai sistem drainase untuk mengalirkan air hujan menjadi tidak optimal dan berisiko menyebabkan genangan atau banjir di sekitar trotoar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknis, pemasangan U-ditch seharusnya dilakukan dengan presisi tinggi dan jarak antar sambungan yang ideal agar rapat dan kuat. Namun, lemahnya pengawasan dari pihak terkait diduga menjadi celah terjadinya praktik asal-asalan di lapangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PUPR.

“Proyek ini merupakan hadiah dari lomba kinerja dalam rangka Hari Jalan tahun 2024. Usulan dari Pemkot Probolinggo dan sesuai arahan Bapak Wali Kota untuk ruas Jalan Soekarno Hatta hingga Panglima Sudirman. Untuk teknis, bisa dikonfirmasi langsung ke pelaksana di lapangan,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).

Hingga kini, belum terlihat adanya upaya perbaikan dari pihak pelaksana terkait pemasangan yang diduga keliru tersebut. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya kelalaian dalam proses pekerjaan yang semestinya segera dikoreksi, agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap sistem drainase dan keselamatan infrastruktur di Kota Probolinggo.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak
Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan
Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai
Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata
Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota
Keluhan Warga Morosunggingan Belum Tuntas, Dugaan Penyimpangan Pupuk Subsidi Kembali Menjadi Sorotan

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:03 WIB

LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:09 WIB

Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata

Berita Terbaru