Rokok Ilegal DALILL, YS BOLD, dan SANTOS Dibiarkan Berkeliaran, Bea Cukai Madura Dinilai Tutup Mata

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Dugaan praktik peredaran rokok ilegal kembali mencuat di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Seorang pengusaha berinisial FR, yang diketahui memiliki pabrik rokok resmi di wilayah tersebut, diduga turut memproduksi dan mengedarkan rokok ilegal dengan berbagai merek, antara lain “DALILL”, “YS BOLD”, dan “SANTOS”, tanpa dilekati pita cukai resmi.

Bobroknya, hingga Selasa (28/10/2025), aktivitas tersebut masih berlangsung tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun Bea Cukai Madura, yang kini dipimpin Novian Dermawan. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya pembiaran terhadap praktik yang merugikan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha tidak sehat bagi produsen rokok legal.

Menurut informasi yang dihimpun, pabrik rokok yang ditengarai milik FR berlokasi di Dusun Morpenang, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Peredaran rokok ilegal dari wilayah tersebut diduga telah berlangsung lama, bahkan meluas hingga ke berbagai daerah di Madura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lucunya, penegakan hukum yang dilakukan selama ini justru dinilai tidak menyentuh akar persoalan. Aparat disebut hanya berani menindak pedagang kecil atau sopir pengangkut, sementara para pengusaha besar yang menjadi sumber produksi justru dibiarkan melenggang bebas.

Pemerhati rokok ilegal di Madura, Ahmadi, mendesak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya untuk turun langsung ke lapangan dan menindak tegas para pelaku yang diduga menjadi “bandar besar” di balik maraknya peredaran rokok ilegal di Pamekasan.

“Pak Menkeu Purbaya harus segera turun tangan. Kalau pemerintah benar-benar serius memberantas rokok ilegal, maka penegakan hukum harus menyentuh bandar utamanya, bukan hanya masyarakat kecil,” tegas Ahmadi.

Ahmadi juga menilai lemahnya pengawasan dan tidak adanya tindakan nyata dari Bea Cukai Madura berpotensi merusak citra institusi serta menurunkan kepercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan rokok ilegal.

“Kalau hal ini terus dibiarkan, masyarakat akan menilai bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Padahal kerugian negara akibat rokok ilegal ini sangat besar,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Madura dan pengusaha berinisial FR belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan praktik produksi dan distribusi rokok ilegal yang dimaksud.

Sementara itu, tim investigasi Jurnalis Indonesia masih terus melakukan penelusuran lanjutan untuk mengungkap lebih dalam jaringan peredaran rokok ilegal yang diduga beroperasi secara masif di wilayah Kabupaten Pamekasan dan sekitarnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru