Duh! Menu Makan Bergizi SDN Pabian IV Sumenep Dikeluhkan Lagi, dari Ayam Sekeras Batu Kini ke Ikan Pindang Kecil

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua siswa SDN Pabian IV tampak membawa pulang lauk ikan pindang dan tempe usai jam makan siang, Kamis (30/12/2025). Menu Program Makan Bergizi (MBG) hari itu dikeluhkan karena dinilai kurang layak dan tidak diminati anak-anak.

Dua siswa SDN Pabian IV tampak membawa pulang lauk ikan pindang dan tempe usai jam makan siang, Kamis (30/12/2025). Menu Program Makan Bergizi (MBG) hari itu dikeluhkan karena dinilai kurang layak dan tidak diminati anak-anak.

SUMENEP – Ironi di balik program Makan Bergizi (MBG) kembali mengusik nurani publik. Alih-alih menyehatkan, menu yang disajikan kepada anak-anak SD justru menimbulkan rasa iba dan kemarahan. Pada Kamis (30/12/2025), di SDN Pabian IV, para siswa hanya mendapat lauk ikan pindang kecil dan satu potong tempe goreng sebagai pelengkap menu makan siang.

“Ya siapa yang mau makan menu begitu, Mas. Saya tidak rela anak saya diberi makanan seperti itu,”  ungkap L, seorang wali murid.

Bahkan ia menyebut, sebagian besar siswa kelas I dan II memilih tidak memakan menu makan siang tersebut. Bukan karena kenyang, tapi karena rasa dan tampilannya yang jauh dari layak konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mirisnya, lantaran tidak dimakan, lauk tersebut akhirnya dibawa pulang oleh sejumlah siswa.

“Satu anak satu pindang dan satu tempe. Punya anak anak saya dibawa pulang. Kalau di sekolah lain katanya tidak boleh dibawa pulang, harus dihabiskan di tempat. Ini sangat sangat memprihatinkan,” sebutnya.

Bobroknya, kasus ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, menu Makan Bergizi di sekolah yang sama juga sempat viral karena menyajikan ayam keras seperti batu dan pisang busuk. Kini, masalah serupa kembali menuai polemik.

Tak berhenti di satu sekolah, salah satu wali murid SD di wilayah Kecamatan Kota Sumenep juga melaporkan kondisi serupa.

“Kok kambuh lagi ya? Ngasih makan gak benar ke anak. Baunya ikannya menyengat dan gak enak,” ujar salah satu orang tua siswa kepada Detikzone.id.

Padahal, program MBG lahir dari semangat luhur untuk menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan gizi anak bangsa. Namun di lapangan, niat baik itu seakan berubah menjadi program formalitas yang kehilangan makna kemanusiaan.

Guru SDN Pabian IV, Muhammad Rofik, sebelumnya menegaskan agar penyelenggara program tidak asal memberi makanan.

“Sebelum diberikan ke anak-anak, sebaiknya dicicipi dulu. Kalau layak, silakan. Tapi kalau tidak layak, jangan diberikan. Anak-anak bukan bahan percobaan,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi lanjutan mengenai lauk MBG hari ini, Muhammad Rofik yang merupakan guru kelas VI membenarkan bahwa menu ikan pindang tidak banyak yang suka.

“Kalau di Kelas saya di makan, tapi anak anak tadi kebanyakan kurang suka katanya ikan pindang,” tegasnya.

Hingga berita ini terbit, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah setempat belum dapat dimintai keterangan karena keterbatasan akses komunikasi.

Program Makan Bergizi kini seakan kehilangan ruhnya. Bukan gizi yang sampai ke anak-anak, tapi rasa kecewa yang terus -menerus melahirkan kekecewaan bagi orang tuanya.
Jika pengawasan longgar, maka niat baik pemerintah akan berubah jadi simbol abai terhadap masa depan generasi muda.

Berita Terkait

SDN Prancak II Pasongsongan Sumenep Borong Prestasi! Juara I Putri dan Juara II Putra Gerak Jalan Tingkat Kecamatan Pasongsongan
SDN Panaongan III Tiga Tahun Berturut-turut Masuk 3 Besar, Kali Ini Raih Juara 3 Putra Gerak Jalan HUT RI ke-81
Anggota DPR RI Hj. Ansari Kecam Keras Dugaan Kekerasan Seksual Bocah 14 Tahun di Pamekasan
Kecelakaan Mengerikan di Ambunten Sumenep, Dua Pick Up Adu Banteng
Operasi Gabungan Bongkar Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Berblangkon, Menyongsong Siswa Pulang: Cara Kepala SDN Panaongan III Sumenep Menghidupkan Pendidikan Karakter
Unitomo Dorong Ekonomi Pesisir Kedungpandan lewat Teknologi Hasil Laut
Ketua KAKI Jatim Dukung Pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo, Meritokrasi dan Netralitas TNI Sangat Penting 

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:57 WIB

SDN Prancak II Pasongsongan Sumenep Borong Prestasi! Juara I Putri dan Juara II Putra Gerak Jalan Tingkat Kecamatan Pasongsongan

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:44 WIB

SDN Panaongan III Tiga Tahun Berturut-turut Masuk 3 Besar, Kali Ini Raih Juara 3 Putra Gerak Jalan HUT RI ke-81

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:41 WIB

Anggota DPR RI Hj. Ansari Kecam Keras Dugaan Kekerasan Seksual Bocah 14 Tahun di Pamekasan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Kecelakaan Mengerikan di Ambunten Sumenep, Dua Pick Up Adu Banteng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Operasi Gabungan Bongkar Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Kapolresta Sumenep Peduli Rumah Ibadah

Senin, 24 Agu 2026 - 23:55 WIB