Resmi Jadi Guru Besar Unitomo, Prof. Ully Tampubolon Targetkan Batik Kuasai Fashion Dunia

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Dr Ully Tampubolon resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Unitomo Surabaya oleh  Rektor Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Prof Dr. Siti Marwiyah, Surabaya, Kamis (21/5/2026). (Foto: Dok. Unitomo)

Prof Dr Ully Tampubolon resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Unitomo Surabaya oleh Rektor Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Prof Dr. Siti Marwiyah, Surabaya, Kamis (21/5/2026). (Foto: Dok. Unitomo)

Surabaya, Detikzone.id – Industri batik tulis Indonesia dituntut untuk mengintegrasikan kearifan lokal dengan inovasi teknologi modern agar mampu bersaing di panggung fashion internasional. Langkah strategis ini dinilai ampuh mendongkrak efisiensi produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Dra. Liosten Rianna Roosida Ully Tampubolon, M.M., dalam orasi ilmiahnya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Organisasi pada Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Kamis (21/5/2026).

Dalam orasi ilmiah berjudul “From Heritage to Global Fashion: Optimalisasi Diversifikasi Batik Tulis Berbasis Inovasi Teknologi menuju Industri Kreatif Dunia”, perempuan yang akrab disapa Prof Ully ini menyoroti sejumlah hambatan klasik yang kerap dihadapi Industri Kecil dan Menengah (IKM) batik nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama ini, penetrasi pasar global industri batik kerap terbentur pola produksi tradisional, minimnya diversifikasi produk, serta rendahnya literasi digital,” ujar Prof Ully di hadapan Sidang Terbuka Senat Unitomo.

Menurutnya, digitalisasi dan integrasi teknologi modern menjadi jembatan strategis untuk membawa wastra nusantara ke panggung mode dunia tanpa menghilangkan nilai otentisitas budayanya.

Inovasi Teknologi Dongkrak Produksi Batik hingga 373 Persenz

Riset mendalam yang dilakukan Prof Ully sepanjang periode 2014–2026 memperlihatkan hasil konkret implementasi teknologi tepat guna pada ekosistem IKM batik di Jawa Timur. Salah satu contoh suksesnya diterapkan pada produk Batik Tulis Aromatherapy Al-Warits di Bangkalan, Madura.

Lewat pemanfaatan mesin pelorot malam inovatif, kapasitas produksi batik tulis berhasil melonjak tajam hingga 373 persen dibandingkan metode konvensional. Tidak hanya itu, tingkat kecacatan produk (reject) berhasil ditekan drastis dari 15 persen menjadi hanya 1 persen.

Prof Ully juga mengenalkan dua inovasi penting lainnya:

  1. Mesin Peratusan Aromatherapy: Mampu membuat aroma wangi khas pada kain batik bertahan hingga 3 tahun.
  2. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Teknologi ramah lingkungan yang mampu mengolah limbah zat pewarna sintetis menjadi air bersih.

Berkat sentuhan teknologi ini, produk batik inovatif tersebut kini telah berhasil menembus pasar ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, Jepang, Singapura, hingga Thailand. Guna menghadapi persaingan ketat dari negara kompetitor seperti China dan Malaysia, pihaknya juga mengembangkan mesin pembuat motif batik otomatis untuk memperkaya variasi desain.

Komitmen Unitomo dalam Hilirisasi Riset

Akselerasi batik tulis menuju ekosistem mode internasional dinilai membutuhkan kolaborasi erat dari konsep triple helix, yaitu sinergi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintah.

Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., menegaskan komitmen penuh pihak kampus dalam mendorong hilirisasi riset ilmiah agar memberikan solusi riil bagi ekonomi kerakyatan.

“Kami tidak ingin karya ilmiah hanya berakhir sebagai dokumen pemanis di rak perpustakaan. Inovasi teknologi tepat guna yang digagas Prof Ully adalah bukti nyata bagaimana sains manajemen organisasi mampu mengubah industri mikro menjadi pemain global,” tegas Siti Marwiyah.

Ia menambahkan, ketangguhan perajin batik nasional juga wajib didukung oleh regulasi pemerintah yang berpihak pada UMKM, mulai dari kemudahan akses pembiayaan, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga penyediaan infrastruktur digital global.

Rapat Terbuka Senat Unitomo ini turut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., jajaran pimpinan Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), serta kalangan akademisi dan praktisi industri kreatif.

Berita Terkait

BIAS di SDN Panaongan III: Imunisasi, Edukasi Kusta, dan Pelajaran Kesehatan yang Disambut Hangat Siswa
SDN Panaongan III Jadi Contoh Konsistensi Jalankan Perbup Bahasa Madura dalam Safari Pendidikan Sumenep
Dari Blangkon ke Buku, Agus Sugianto Tinggalkan Jejak Untuk Masa Depan SDN Panaongan III Sumenep
Kilas Nostalgia Himpun Alumni IQDA 1997–2026, IKA UIN Madura Resmi Diluncurkan
Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81
Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?
WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur
Final Lomba Mewarna Damar Kurung Tingkat Kabupaten Gresik Digelar Meriah di Gress Mall

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:57 WIB

BIAS di SDN Panaongan III: Imunisasi, Edukasi Kusta, dan Pelajaran Kesehatan yang Disambut Hangat Siswa

Rabu, 9 September 2026 - 17:59 WIB

SDN Panaongan III Jadi Contoh Konsistensi Jalankan Perbup Bahasa Madura dalam Safari Pendidikan Sumenep

Selasa, 8 September 2026 - 19:43 WIB

Dari Blangkon ke Buku, Agus Sugianto Tinggalkan Jejak Untuk Masa Depan SDN Panaongan III Sumenep

Minggu, 6 September 2026 - 17:06 WIB

Kilas Nostalgia Himpun Alumni IQDA 1997–2026, IKA UIN Madura Resmi Diluncurkan

Rabu, 2 September 2026 - 21:50 WIB

Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB