Rokok Ilegal ST16MA Pamekesan Kebal Hukum, Distributor Rokok : Pemerintah Gak Bakal Berani karena Sudah Banyak yang Beking

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN — Industri rokok ilegal di Madura kembali menjadi sorotan tajam publik. Setelah berbagai merek bodong bermunculan, kini giliran ST16MA yang diduga kuat milik pengusaha berpengaruh asal Pamekasan, Haji Sehri, mencuat sebagai simbol baru “kebal hukum”.

Produk rokok ilegal ini beredar luas di pasaran dengan lima varian  Blueberry, Mango Boost, Premium, Bold, dan Absolute seluruhnya tanpa dilekati pita cukai di kemasannya.

“Pemerintah gak mungkin berani karena banyak yang beking, Mas,” ujar salah satu distributor rokok ilegal dengan nada nyinyir kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski pelanggaran tersebut sudah terang-benderang, hingga kini tidak ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum maupun Bea Cukai Madura.

“Semua orang di sini tahu rokok ST16MA gak bercukai, tapi tetap dijual bebas. Seolah aparat tutup mata,” ungkap seorang pedagang di Kecamatan Galis, Senin (27/10/2025).

Rokok tanpa cukai itu kini mendominasi pasar warung kecil hingga toko eceran di berbagai kecamatan di Pamekasan, Sumenep, Sampang, Bangkalan, bahkan sudah menembus luar daerah dengan harga jauh di bawah produk legal.

Keberadaan ST16MA yang dengan cepat menembus pasar membuat resah kalangan pengusaha rokok legal. Mereka menilai pembiaran terhadap produk ilegal ini sebagai bentuk ketidakadilan dalam penegakan hukum.

“Kami bayar cukai, pajak, dan ikuti aturan. Tapi yang ilegal justru dibiarkan. Ini bentuk diskriminasi dalam hukum,” tegas salah satu pemilik pabrik rokok resmi.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru