LBH Cakra Penuhi Panggilan Polres, Kasus Dugaan Pungli Parkir Situbondo

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo, Detikzone.id – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Situbondo kembali melanjutkan penyelidikan terhadap kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan sejumlah juru parkir di Situbondo. Sebagai tindak lanjut, tim dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Situbondo kembali memenuhi panggilan pemeriksaan di Mapolres Situbondo hari ini untuk melengkapi keterangan sebagai pihak pelapor.

Nofika Syaiful Rahman, yang akrab disapa Opek, selaku perwakilan LBH Cakra Situbondo, membenarkan kehadiran anggotanya untuk diperiksa dan memberikan keterangan tambahan. Ia menjelaskan bahwa kasus ini merupakan laporan lama yang sebelumnya diajukan ke Polda Jawa Timur (Jatim) sebelum akhirnya didisposisikan ke Polres Situbondo pada tahun lalu.

“Ini adalah kasus lama yang telah kami laporkan ke Polda Jatim, namun kemudian didisposisi ke Polres Situbondo tahun lalu,” jelas Opek. “Kami mengapresiasi karena kasus ini kini kembali berjalan, meskipun sempat terhenti,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Opek menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami telah berupaya maksimal dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus parkir berlangganan ini kepada aparat penegak hukum (APH) dengan harapan besar agar Situbondo dapat bersih dari praktik pungli dan korupsi,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Opek juga mengungkapkan adanya informasi mengejutkan terkait penanganan kasus. Anggota LBH Cakra sebagai pelapor menyampaikan adanya dugaan bahwa sebagian barang bukti (BB) dalam kasus ini telah hilang, yang diduga terjadi di lingkungan Polda Jatim atau Polres Situbondo.

“Meskipun kami memiliki salinan barang bukti yang kami pegang, jika hal ini benar terjadi, kami akan meminta pertanggungjawaban serius dari Polda Jatim maupun Polres Situbondo,” ujar Opek dengan nada tegas.

LBH Cakra berharap kasus dugaan korupsi di Dinas Perhubungan (Dishub) Situbondo ini dapat segera menemukan titik terang. “Jika terbukti, kami mendesak agar pihak-pihak yang terlibat segera ditangkap dan diadili sesuai dengan laporan yang telah disampaikan oleh anggota LBH Cakra Situbondo,” tutupnya, menegaskan komitmen untuk transparansi dan penegakan keadilan.

Penulis : Anton

Berita Terkait

26 Nama MBG di Tangan Kejagung, Didik Haryanto: Jangan Ada Anggota DPR yang Dilindungi
Eksekusi Berjalan Kondusif, Kuasa Hukum Pemenang Lelang Tegaskan Putusan Inkracht Wajib Dihormati dan Apresiasi Kinerja Aparat
MBG Jadi Ladang Cuan? Dugaan Jual Beli Titik Rp300 Juta dan Nama Politikus Madura Mengemuka
Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL
Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih
Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:50 WIB

26 Nama MBG di Tangan Kejagung, Didik Haryanto: Jangan Ada Anggota DPR yang Dilindungi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:24 WIB

Eksekusi Berjalan Kondusif, Kuasa Hukum Pemenang Lelang Tegaskan Putusan Inkracht Wajib Dihormati dan Apresiasi Kinerja Aparat

Senin, 8 Juni 2026 - 08:17 WIB

MBG Jadi Ladang Cuan? Dugaan Jual Beli Titik Rp300 Juta dan Nama Politikus Madura Mengemuka

Senin, 1 Juni 2026 - 20:05 WIB

Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL

Senin, 1 Juni 2026 - 10:41 WIB

Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih

Berita Terbaru