Rokok Ilegal Marbol dari Pamekasan Tembus Semarang, Kurir Ditangkap, Bandarnya Masih Berkeliaran

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokok ilegal merek Marbol yang meniru Marlboro, bukti nyata lemahnya pengawasan dan kuatnya gurita bisnis bodong

Rokok ilegal merek Marbol yang meniru Marlboro, bukti nyata lemahnya pengawasan dan kuatnya gurita bisnis bodong

PAMEKASAN — Peredaran rokok ilegal merek Marbol, yang bentuk dan desainnya menyerupai rokok resmi Marlboro bolong, kembali menyeruak ke publik. Rokok yang ditengarai kuat diproduksi di wilayah Pamekasan, di bawah pengawasan Bea Cukai (BC) Madura, diduga milik seorang pengusaha rokok bernama Bulla, kembali ketahuan menembus pasar luar daerah hingga ke Kota Semarang, Selasa (18/11/2025).

Pengungkapan ini dilakukan oleh Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, setelah menerima informasi intelijen mengenai adanya pengiriman rokok ilegal menggunakan truk boks. Penelusuran kemudian dilakukan di beberapa jalur utama, termasuk Tol Solo–Semarang.

Truk boks Toyota New Dyna warna merah-silver akhirnya berhasil dihentikan di Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang. Dari dalamnya, petugas menemukan 84 karton rokok ilegal, termasuk merek Marbol, tanpa dilekati pita cukai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total seluruh rokok yang diamankan mencapai 1.473.600 batang dengan nilai barang diperkirakan Rp2,18 miliar, serta potensi kerugian negara dari sektor cukai mencapai Rp1,09 miliar.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Jateng–DIY, R. Megah Andiarto, membenarkan bahwa penindakan ini merupakan hasil pemantauan intelijen.

 “Kami menerima informasi adanya pengiriman rokok ilegal melalui truk boks. Setelah dilakukan penelusuran di jalur strategis, target berhasil dihentikan dan ditemukan muatan rokok tanpa pita cukai,” ujarnya.

Namun, lagi-lagi, yang ditangkap hanya pengemudi truk, seorang laki-laki yang menurut keterangan petugas hanya berperan sebagai kurir. Ia kini menjadi tersangka dan dijerat ancaman pidana 1–5 tahun penjara, serta denda 2–10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Sementara itu, pihak yang diduga sebagai sumber produksi rokok ilegal Marbol di Pamekasan belum tersentuh penindakan. Sumber lapangan menyebut bahwa produksi Marbol telah lama beroperasi di wilayah Pamekasan, namun belum ada tindakan tegas di daerah tersebut.

Di sisi lain, Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan di wilayah yang disebut-sebut sebagai salah satu pusat peredaran rokok ilegal.

Hingga berita ini terbit, bandar rokok ilegal yang ditengarai berada di Desa Plakpak, Pamekasan, masih belum diamankan, sementara kurir yang hanya menjalankan perintah justru menjadi pihak yang harus menanggung konsekuensi hukum.

Kasus ini kembali menyoroti maraknya peredaran rokok ilegal di Indonesia, serta perlunya penindakan yang tidak hanya berhenti pada pengedar atau kurir, tetapi juga menyentuh akar persoalan di tingkat produsen.

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru