PAMEKASAN – Aksi Bea Cukai (BC) Madura yang dipimpin Novian Dermawan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Pamekasan kembali menuai kontroversi dan kritik pedas publik
Berapa waktu lalu, tepatnya pada hari Kamis (20/11/2025), mereka menggelar pemusnahan rokok ilegal, termasuk merek “DALILL”, namun bandar besar yang menjadi biang kerok tetap bebas berkeliaran.
Pemusnahan yang digelar dengan peonuh seremoni melibatkan Kepala Bea Cukai Madura, Kabid P2 Kanwil DJBC Jawa Timur I, Kepala Kejari Pamekasan, Kapolres Pamekasan, Ketua PN Pamekasan Kelas I B, serta jajaran Kemenkeu satu Madura ini diklaim sebagai bukti keseriusan aparat menegakkan hukum di bidang cukai. Rokok ilegal yang dimusnahkan mayoritas diproduksi di Pamekasan, salah satunya “DALILL” yang ditengarai milik pengusaha berinisial FR, pemilik pabrik rokok resmi di Kabupaten Pamekasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak cukup itu, mereka juga kembali menggelar pemusnahan ribuan bagang rokok pada beberapa pekan yang lalu
Meski demikian, publik menilai aksi itu hanya “panggung sandiwara”. Bandar rokok ilegal di Pamekasan, termasuk merek DALILL, YS Bold, dan SANTOS, diduga semakin leluasa memproduksi dan mengedarkan rokok tanpa pita cukai, sementara aparat yang seharusnya menindak tegas tetap bungkam.
Ahmadi, aktivis peduli Cukai mengecam tindakan setengah hati aparat.
“Ada apa dengan Aparat Penegak Hukum dan Bea Cukai Madura? Jika serius, jangan hanya menakuti penjual kecil atau sopir, tapi tangkap langsung bandarnya!” desaknya.
Hingga kini, Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, belum menunjukkan taringnya untuk menindak para bandar besar.
Ia pun mempertanyakan komitmen aparat menegakkan hukum dan melindungi kepentingan negara dari kerugian akibat rokok ilegal.
“Kalau aparat tetap membiarkan para bandar besar berkeliaran, ini sama saja menjadi pengkhianatan terhadap negara!” tegasnya.
“Saya meyakini pemusnahan rokok Ilegal oleh Bea Cukai Madura dan aparat Pamekasan hanya formalitas belaka , namun rokok ilegal DALILL dan bandarnya seolah memang sengaja dipelihara,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Bea Cukai Madura maupun pemilik rokok ilegal merek DALILL belum membuahkan hasil, seiring terbatasnya akses komunikasi dengan pihak terkait.
Penulis : Redaksi







