SUMENEP — Dugaan praktik mafia Solar Bersubsidi kembali mencuat dan menjadi sorotan publik di Kabupaten Sumenep. Kali ini, aktivitas mencurigakan tersebut terpantau berlangsung hampir setiap hari di SPBU 54.694.03, Jalan Raya Sumenep–Pamekasan, Desa Gedungan Barat, Kecamatan Batuan, yang lokasinya berdekatan dengan Kampus STKIP Sumenep, Senin (15/12/2025).
Pantauan di lapangan menunjukkan pengisian Solar Bersubsidi dalam jumlah besar menggunakan jerigen-jerigen yang ditutup terpal. Praktik ini dilakukan secara terang-terangan, seolah tidak khawatir terhadap pengawasan aparat. Lebih ironis lagi, petugas SPBU justru terlihat ikut membantu mengangkut jerigen berisi Solar ke kendaraan para tengkulak.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat adanya praktik terorganisir dan kerja sama antara oknum petugas SPBU dengan mafia Solar. Aktivitas itu terkesan mendapat perlakuan khusus tanpa adanya teguran, pemeriksaan, atau tindakan pengawasan apa pun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga Sumenep, Fauzi, yang mengaku sering menyaksikan langsung aktivitas tersebut menyebut bahwa praktik mafia BBM bukan hal baru di daerah ini.
“Di Sumenep ini banyak mafia BBM. Hampir semua terindikasi bekerja sama dengan SPBU. Tapi anehnya, aparat seakan tidak tahu-menahu,” ujarnya dengan nada kecewa.
Pantauan wartawan juga mendapati sebuah kendaraan pick-up yang dengan leluasa parkir di area SPBU sambil memuat jerigen-jerigen berisi Solar Bersubsidi.
“Tidak ada larangan, tidak ada pemeriksaan. Kendaraan itu seolah mendapat pelayanan istimewa,” ungkap sumber di lokasi.
Keakraban antara petugas SPBU dan para tengkulak semakin memperkuat dugaan bahwa praktik tersebut bukan aktivitas insidental, melainkan sudah berjalan sistematis.
Di sisi lain, dampak dari dugaan permainan mafia Solar ini dirasakan langsung oleh masyarakat kecil. Sejumlah nelayan di Kecamatan Dungkek dan Pasongsongan mengaku semakin kesulitan memperoleh Solar Bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan.
“Kami nelayan makin tercekik. Solar susah dan mahal karena permainan tengkulak. Kami yang jadi korban,” keluh salah seorang nelayan.
Situasi yang terus berulang tanpa penindakan tegas membuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di daerah semakin menurun. Sutrisno, seorang aktivis di Sumenep, bahkan menyoroti komitmen negara dalam memberantas mafia BBM.
“Masa kejahatan yang terjadi di depan mata tidak bisa dikendalikan? Ini mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.
Saat wartawan mencoba meminta keterangan dari pihak SPBU, tidak satu pun petugas memberikan respons. Mereka justru terlihat semakin sibuk melayani pengisian jerigen milik para tengkulak.
Sementara itu, Satgas Gakkum Tipidter Bareskrim Polri, Kompol Wediard Fernandes, S.H., S.IK., M., yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan, belum memberikan jawaban.
Penulis : Redaksi







