Keterlaluan! Pemkab Sampang Tolak Milad ke-113 Muhammadiyah

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendopo Trunojoyo Sampang tampak lengang pada hari peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah.

Pendopo Trunojoyo Sampang tampak lengang pada hari peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah.

SAMPANG, Detikzone.id — Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Sampang tetap berlangsung khidmat meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang keterlaluan menolak memberikan izin penggunaan Pendopo Trunojoyo sebagai lokasi acara puncak, Selasa (16/12/2025).

Penolakan izin tersebut dilakukan secara mendadak, hanya sehari sebelum agenda puncak Milad dilaksanakan. Padahal, kegiatan tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung di pendopo resmi milik pemerintah daerah dan dijadwalkan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti.

Akibat penolakan tersebut, panitia terpaksa mengalihkan seluruh rangkaian kegiatan ke sejumlah lokasi alternatif, yakni Pondok Pesantren Al Ittihad, Kecamatan Camplong, serta PKBM Al-Hikmah di Kecamatan Karangpenang. Meski demikian, seluruh agenda tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sampang, M. Soleh, mengungkapkan bahwa pihaknya menyayangkan keputusan Pemkab yang dinilai mendadak dan tidak disertai alasan yang kuat.

Menurutnya, seluruh prosedur administratif telah dipenuhi jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

“Kami sudah mengajukan izin dan memenuhi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan Pemkab. Sampai H-3 tidak ada persoalan. Namun secara tiba-tiba kami dipanggil dan diberi tahu bahwa pendopo tidak bisa digunakan,” ujar Soleh, Senin (15/12/2025).

Pemkab Sampang disebut beralasan adanya gangguan listrik di Pendopo Trunojoyo. Namun alasan tersebut dinilai tidak relevan oleh panitia, mengingat persiapan telah dilakukan sejak pagi hingga sore hari dengan kondisi listrik yang normal.

Meski demikian, Muhammadiyah Sampang memilih tidak memperpanjang polemik. Panitia memutuskan untuk tetap melanjutkan peringatan Milad sebagai wujud kedewasaan organisasi dan komitmen menjaga suasana yang kondusif.

Rangkaian kegiatan Milad di Pondok Pesantren Al Ittihad Camplong diawali dengan senam bersama yang melibatkan warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian gedung hasil revitalisasi yang mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Hidayatulloh, menegaskan bahwa seluruh agenda Milad tetap berjalan lancar meski tanpa kehadiran pejabat Pemkab Sampang.

“Tidak ada satu pun pejabat Pemkab yang hadir. Namun kegiatan tetap berjalan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan,” ujarnya.

Agenda Milad juga dilaksanakan di Kecamatan Karangpenang, meliputi peresmian Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang serta pengukuhan empat kepengurusan PCM baru sebagai bagian dari penguatan organisasi di tingkat akar rumput.

Dalam tausiyahnya, Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti menegaskan peran strategis Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan, penguatan nilai kebangsaan, serta kontribusi sosial-keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Panitia Milad ke-113 Muhammadiyah Sampang, M. Sholeh, menegaskan bahwa penolakan penggunaan pendopo tidak menyurutkan semangat Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi umat, masyarakat, dan negara.

“Milad ini menjadi momentum refleksi bahwa Muhammadiyah akan terus bergerak, berkontribusi, dan menjaga nilai persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Penulis : Anam

Berita Terkait

Dari Madura untuk Indonesia, Bupati Sumenep Bawa Pulang Penghargaan dari Kemendikdasmen
Pemkab Probolinggo Siapkan Pemimpin Adaptif, Puluhan Pejabat Ikuti Relaksasi RPL JPT Pratama 2026
PR PGRI se-Kecamatan Tambak Kabupaten Gresik Dikukuhkan, Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru
Bangkitkan Kejayaan Tebu Probolinggo, Gus Haris Dorong Petani Sambut Era Baru Industri Gula
Gandeng PKDI dan Kejaksaan, DPMD Sumenep Perkuat Transparansi Pemerintahan Desa
PKDI Sumenep Hadiri Rakor Persiapan Penyuluhan Hukum, H. Ubaid: Pencegahan Lebih Penting dari Penindakan
Workshop Membatik Madura di Sumenep Dorong Pelajar Lestarikan Budaya Lokal
Bupati Sumenep Sabet Penghargaan Bergengsi di East Java Maritime Awards 2026, Wujud Komitmen Pemerataan Ekonomi Pesisir dan Kepulauan

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 22:36 WIB

Dari Madura untuk Indonesia, Bupati Sumenep Bawa Pulang Penghargaan dari Kemendikdasmen

Senin, 25 Mei 2026 - 22:13 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Pemimpin Adaptif, Puluhan Pejabat Ikuti Relaksasi RPL JPT Pratama 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:29 WIB

PR PGRI se-Kecamatan Tambak Kabupaten Gresik Dikukuhkan, Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Bangkitkan Kejayaan Tebu Probolinggo, Gus Haris Dorong Petani Sambut Era Baru Industri Gula

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:38 WIB

Gandeng PKDI dan Kejaksaan, DPMD Sumenep Perkuat Transparansi Pemerintahan Desa

Berita Terbaru

DETIK ZONE

Operasi Gabungan Jadi Langkah Strategis Dongkrak PAD

Senin, 25 Mei 2026 - 22:42 WIB