Pengadaan Banner-Karangan Bunga di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Diduga Rugikan Publik

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Probolinggo, detikzone id – Dugaan ketidaktransparanan mengiringi pengadaan barang di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dari pantauan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, setidaknya 12 paket pengadaan bernama “banner-karangan bunga” memiliki uraian dan spesifikasi yang identik, menimbulkan pertanyaan serius soal keterbukaan dan akuntabilitas.

Setiap paket bersumber dari dana BLUD senilai Rp60 juta tahun 2025. Praktik ini dikhawatirkan membatasi persaingan penyedia barang, bahkan diduga mengunci peluang untuk pihak tertentu.

Direktur RSUD Waluyo Jati, dr. Hj. Yessy Rahmawati, membela mekanisme pengadaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seluruh belanja RSUD telah dilaksanakan sesuai perencanaan dan mekanisme yang sah. Pengelolaan rencana pengadaan dilaksanakan pejabat berwenang sesuai regulasi pemerintah.” katanya.

Namun, pemerhati Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kabupaten Probolinggo, Adi, menilai hal ini justru menimbulkan masalah serius

“Nama kegiatan tidak boleh sama persis dengan spesifikasi. Spesifikasi harus netral dan umum agar transparansi dan akuntabilitas terjaga. Jika tidak, calon penyedia tidak bisa bersaing secara adil,” jelasnya.

Adi menambahkan, spesifikasi teknis yang terlalu terikat pada nama paket bisa menjadi alat untuk mengunci penyedia tertentu, sehingga pengadaan publik justru menjadi sarang monopoli.

Kasus ini memicu pertanyaan, apakah pengadaan di RSUD Waluyo Jati benar-benar untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, atau justru untuk kepentingan tertentu? Masyarakat dan pengawas publik kini menanti jawaban yang jelas.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?
Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih
Datang Ambil Kardus, Pria di Sapeken Sumenep Justru Diciduk Polisi
Skandal Kades Situbondo Kian Membara: 1 Dinonaktifkan, 4 Desa Dibidik Inspektorat, Dana Desa Rp15 Miliar Jadi Sorotan
Pamer Kemewahan di Tengah Jeritan Ekonomi, Satpol PP Probolinggo Beli Mobil Double Gardan Rp1 Miliar
Usai Kuasa Hukum Laporkan Penyidik, Ditreskrimum Polda Jatim Terbitkan SP2HP Kasus Dana Rumpon Nelayan Rp6,3 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:09 WIB

Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal

Senin, 18 Mei 2026 - 14:07 WIB

Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:02 WIB

Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:55 WIB

Datang Ambil Kardus, Pria di Sapeken Sumenep Justru Diciduk Polisi

Berita Terbaru