Kediaman Haji HER di Pamekasan Jadi Lautan Manusia, Ribuan Petani, Ulama dan Rakyat Madura Tumpah Ruah Beri Dukungan Perjuangan

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan petani, ulama, dan masyarakat Madura memadati kediaman Haji HER di Pamekasan dalam aksi solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan ekonomi kerakyatan.

Ribuan petani, ulama, dan masyarakat Madura memadati kediaman Haji HER di Pamekasan dalam aksi solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan ekonomi kerakyatan.

PAMEKASAN, Minggu, 12/4/2026 – Kediaman pengusaha tembakau Haji HER di Pamekasan berubah menjadi lautan manusia. Ribuan petani, ulama, dan masyarakat dari berbagai penjuru Madura berdatangan secara bergelombang sejak pagi hari, hingga membuat kawasan sekitar lokasi dipadati massa.

Jalan utama menuju kediaman tampak padat merayap. Kendaraan roda dua dan empat dari berbagai daerah seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan terus mengalir tanpa henti, membawa masyarakat yang datang dengan satu tujuan, yaitu memberikan dukungan langsung.

Pantauan di lapangan menunjukkan arus massa terus berdatangan sejak pagi. Kondisi jalan sempat tersendat akibat tingginya mobilitas kendaraan dari berbagai wilayah di Madura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kerumunan tersebut, dukungan terhadap Haji HER kembali menguat. Sosoknya dipandang sebagai bagian dari gerakan ekonomi berbasis pesantren dan petani tembakau yang berkembang sejak 2022, ketika ia bersama jaringan yang melibatkan ratusan pesantren disebut menginisiasi pembelian langsung tembakau dari petani untuk menstabilkan harga.

Program tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan ekonomi yang melibatkan sekitar 330 pondok pesantren dengan perputaran dana yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah.

Pergerakan ini disebut memberi dampak pada ekonomi keluarga petani, termasuk peningkatan kemampuan untuk memperbaiki rumah, membiayai pendidikan anak, serta mengembangkan usaha kecil di desa.

Gelombang dukungan juga menguat setelah Haji HER hadir dalam proses klarifikasi di Komisi Pemberantasan Korupsi Indonesia.

Di tengah situasi tersebut, solidaritas masyarakat di berbagai wilayah Madura terus mengalir dan semakin terorganisir.

Fenomena di Pamekasan ini memperlihatkan konsolidasi sosial yang kuat antara petani, ulama, dan masyarakat akar rumput.

Dukungan yang muncul tidak hanya berlangsung di satu wilayah, tetapi juga terhubung dari Sumenep, Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan.

Koordinator ratusan petani dari Sumenep menyebutkan bahwa kedatangan massa merupakan bentuk solidaritas yang telah terbangun sejak lama di tingkat akar rumput.

Ia menegaskan bahwa para petani datang secara sukarela sebagai wujud dukungan atas perubahan ekonomi yang dirasakan langsung di lapangan.

“Ini gerakan hati masyarakat. Banyak petani merasakan perubahan ekonomi, sehingga dukungan ini muncul secara alami dari bawah,” ujarnya.

Hingga siang hari, kediaman Haji HER masih dipadati massa yang terus berdatangan, menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat konsentrasi dukungan terbesar di Madura.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Istiqamah 45 Hari Berbagi di Sumenep, Detikzone.id Menjadikan Kepedulian sebagai Napas Jurnalisme
Berakhir di Puncak Pengabdian, BIP Foundation Resmi Dibubarkan, Jejak Fastabiqul Khairat Tetap Hidup di Hati Masyarakat
Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa
Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya
Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa
BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan
BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang
Miskomunikasi Bantuan Rp2 Miliar BIP di Griya Lansia Malang dan Penyematan Nama Ibunda, Bang Ali: Salahkah Saya Menyematkan Nama Orang Tua Saya?

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:43 WIB

Istiqamah 45 Hari Berbagi di Sumenep, Detikzone.id Menjadikan Kepedulian sebagai Napas Jurnalisme

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Berakhir di Puncak Pengabdian, BIP Foundation Resmi Dibubarkan, Jejak Fastabiqul Khairat Tetap Hidup di Hati Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:21 WIB

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 23:30 WIB

Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya

Senin, 13 Juli 2026 - 17:55 WIB

Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa

Berita Terbaru