Kepala Bappeda Pastikan Seleksi 771 Usulan Musrenbang 2027 Disaring Ketat dan Terukur Sesuai Prioritas Pembangunan Sumenep

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto:
Kepala Bappeda Sumenep saat mengikuti kegiatan rutin khotmil Qur’an di lingkungan kantornya sebagai bentuk pembinaan spiritual dan penguatan nilai religius dalam bekerja.

Ket Foto: Kepala Bappeda Sumenep saat mengikuti kegiatan rutin khotmil Qur’an di lingkungan kantornya sebagai bentuk pembinaan spiritual dan penguatan nilai religius dalam bekerja.

SUMENEP –– Di balik suasana formal Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, beberapa waktu lalu, tepatnya Senin (30/3/2026), tersimpan dinamika yang jauh lebih kompleks dari sekadar agenda rutin tahunan.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mencatat 771 usulan pembangunan dari berbagai elemen masyarakat. Angka ini menjadi gambaran betapa derasnya arus harapan yang mengalir ke meja perencanaan daerah.

Namun di balik antusiasme tersebut, pemerintah daerah justru dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan: menyaring ratusan aspirasi menjadi program yang benar-benar layak masuk dalam prioritas pembangunan tahun 2027.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menyebut Musrenbang kali ini sebagai ruang strategis yang menentukan arah kebijakan daerah, sekaligus menjadi “filter besar” terhadap seluruh usulan yang masuk.

“Ini bukan sekadar menampung aspirasi, tetapi bagaimana memastikan setiap usulan benar-benar relevan, realistis, dan berdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak semua aspirasi dapat langsung diakomodasi. Pemerintah harus menimbang berbagai faktor, mulai dari urgensi kebutuhan masyarakat, kesesuaian dengan visi pembangunan daerah, hingga kemampuan fiskal yang tersedia.

Dalam posisi tersebut, Bappeda tidak hanya berperan sebagai perencana, tetapi juga sebagai penentu arah kebijakan—yang harus mampu menjaga keseimbangan antara harapan masyarakat dan realitas anggaran.

“Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang berani memilih, bukan sekadar menampung semua keinginan,” tegas Arif.

Di sisi lain, ratusan usulan yang masuk mencerminkan betapa beragamnya kebutuhan masyarakat Sumenep, mulai dari infrastruktur dasar, penguatan ekonomi desa, hingga peningkatan layanan publik di berbagai sektor.

Musrenbang RKPD 2027 pun menjadi ruang yang memperlihatkan satu kenyataan penting: pembangunan daerah tidak bisa lagi bersandar pada pendekatan tunggal, melainkan harus berbasis kolaborasi dan ketatnya skala prioritas.

Arif menambahkan, setiap usulan akan melalui proses verifikasi dan sinkronisasi agar tidak hanya selaras dengan kebijakan daerah, tetapi juga kebijakan provinsi dan nasional.

“Yang kita kejar bukan banyaknya program, tetapi ketepatan arah pembangunan,” katanya.

Musrenbang ini sekaligus menegaskan bahwa proses pembangunan daerah kini berada pada fase yang lebih selektif. Di tengah keterbatasan, pemerintah dituntut untuk semakin tajam dalam menentukan mana kebutuhan yang mendesak dan mana yang harus menunggu giliran.

Pada akhirnya, forum tersebut meninggalkan satu pesan kuat: dari ratusan aspirasi yang mengalir, hanya sebagian yang akan bertahan menjadi kebijakan nyata.

“Di balik 771 usulan, ada tanggung jawab besar untuk memastikan Sumenep tetap berjalan pada jalur pembangunan yang tepat,” pungkas Arif.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Selamatkan Jejak Sejarah, Bupati Sumenep Ajak Semua Pihak Jaga Cagar Budaya
TACB Sumenep Tak Boleh Jadi Pelengkap, Ini Penegasan Bupati
Bikin Geleng-Geleng, Anggaran Pakaian Dinas Bupati dan Wabup Probolinggo Tembus Rp235 Juta
Soroti Proyek Pemeliharaan Lobi Kantor Bupati Probolinggo Senilai Rp 400 Juta, PSSA: Kenapa Harus Kontraktor Luar?
Tak Ingin Masalembu Terus Tertinggal, Anggota DPRD Sumenep Ahmad Juhairi Perjuangkan Listrik hingga Pusat
Kandang Peternakan Ayam Rp300 Juta di Sampang Jadi Kandang Hantu! Program Ketapang 2025 Diduga Gagal Total
Pelayanan Lumpuh! Kantor Desa Lambangkuning Probolinggo Disegel Ahli Waris, Warga Terkatung-Katung Tanpa Kepastian
Bantuan Budidaya Burung Puyuh Rp387 Juta di Kota Probolinggo Disorot, Spesifikasi Minim, Sertifikasi Dipertanyakan

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:59 WIB

Selamatkan Jejak Sejarah, Bupati Sumenep Ajak Semua Pihak Jaga Cagar Budaya

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:38 WIB

Bikin Geleng-Geleng, Anggaran Pakaian Dinas Bupati dan Wabup Probolinggo Tembus Rp235 Juta

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:24 WIB

Soroti Proyek Pemeliharaan Lobi Kantor Bupati Probolinggo Senilai Rp 400 Juta, PSSA: Kenapa Harus Kontraktor Luar?

Senin, 4 Mei 2026 - 23:49 WIB

Tak Ingin Masalembu Terus Tertinggal, Anggota DPRD Sumenep Ahmad Juhairi Perjuangkan Listrik hingga Pusat

Senin, 4 Mei 2026 - 23:36 WIB

Kandang Peternakan Ayam Rp300 Juta di Sampang Jadi Kandang Hantu! Program Ketapang 2025 Diduga Gagal Total

Berita Terbaru

HUKRIM

Kokain 22 Kg dari Sumenep Musnah

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:15 WIB

Ket foto:
Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada bersama jajaran menanam pohon mangga di kawasan KDKMP Desa Kasengan, sebagai langkah awal mendorong penguatan ekonomi desa.

TNI-POLRI

Bukan Sekadar Tanam, Dandim Sumenep Mulai Revolusi Ekonomi Desa

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:05 WIB