Wabup Sumenep Tegaskan Semangat Harkitnas Harus Hadir dalam Pendidikan dan Pembangunan Desa

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimanfaatkan Wakil Bupati KH. Imam Hasyim untuk menyerukan pentingnya persatuan masyarakat dalam membangun generasi unggul sebagai penentu masa depan bangsa.

Dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kantor Bupati Sumenep, Rabu (20/05/2026), Wabup menegaskan bahwa tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, mengandung pesan kuat tentang tanggung jawab bersama menjaga dan membina generasi muda.

Menurutnya, generasi muda tidak hanya menjadi harapan bangsa, tetapi juga pondasi utama dalam menentukan arah kemajuan Indonesia di masa mendatang. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta ikut mengambil peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, berkualitas, dan berkarakter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga, membina, dan memberikan kesempatan terbaik agar mereka tumbuh menjadi generasi unggul,” ujar KH. Imam Hasyim.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program strategis nasional, seperti pembangunan sekolah rakyat, sekolah garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru, hingga penyediaan beasiswa guna mengurangi ketimpangan sumber daya manusia.

Tak hanya sektor pendidikan, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut diharapkan mampu membuka akses masyarakat terhadap permodalan, distribusi hasil panen, pupuk, sembako, hingga layanan ekonomi dasar lainnya.

“Desa yang kuat secara ekonomi akan mampu menopang pembangunan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar,” tegasnya.

Wabup Sumenep pun mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat gotong royong dan persatuan demi menciptakan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026 sebagai momentum refleksi untuk memperkuat semangat pendidikan nasional yang berorientasi pada pengembangan karakter dan potensi manusia.

“Hakikat pendidikan adalah proses menumbuhkan fitrah dan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti dari pendidikan adalah memuliakan manusia,” pungkasnya.

Berita Terkait

Transfer Pusat Tergerus Rp212,7 Miliar, Inilah Jawaban Pemkab Sumenep di Paripurna DPRD
Pawai Anak Pragaan Bikin Suasana Kemerdekaan Makin Meriah, Camat: Ini Investasi Nasionalisme
Anggaran Air Galon Dispendukcapil Probolinggo Capai Puluhan Juta, Publik Heran: “Itu Minum Apa Mandi?”
Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Warga Perkuat Gotong Royong
Pemkab Sumenep dan UWG Malang Buka Kolaborasi Strategis, Fokus Perkuat SDM dan Potensi Daerah
Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?
Ketika Kepedulian Tumbuh dari Uang Jajan: Siswa Kelas VI SDN Panaongan III Sumenep Belikan Tas dan Sepatu untuk Temannya
Bupati Sumenep: Busana Adat Nusantara Jadi Simbol Kebinekaan, Persatuan Tak Boleh Retak

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Transfer Pusat Tergerus Rp212,7 Miliar, Inilah Jawaban Pemkab Sumenep di Paripurna DPRD

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Anggaran Air Galon Dispendukcapil Probolinggo Capai Puluhan Juta, Publik Heran: “Itu Minum Apa Mandi?”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Warga Perkuat Gotong Royong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Pemkab Sumenep dan UWG Malang Buka Kolaborasi Strategis, Fokus Perkuat SDM dan Potensi Daerah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?

Berita Terbaru