PROBOLINGGO — Angin kencang kebijakan fiskal turut dirasakan oleh sektor pertanian di Kabupaten Probolinggo. Tahun ini, Dinas Pertanian (Distan) harus melakukan refocusing program akibat alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima hanya menyentuh angka Rp5 miliar. Jumlah tersebut turun drastis separuhnya dari pagu anggaran tahun lalu yang menembus angka Rp10 miliar.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, membenarkan adanya pemangkasan anggaran tersebut. Menurutnya, penurunan pagu dana cukai ini tidak hanya terjadi di instansinya, melainkan berlaku merata di berbagai sektor penerima DBHCHT lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“DBHCHT tahun ini semuanya turun 50 persen. Jadi, Distan Kabupaten Probolinggo mendapat alokasi Rp5 miliar,” ujar Arif saat dikonfirmasi terkait arah kebijakan anggaran tahun ini,senin (22/6/2026).
Meski harus beroperasi dengan anggaran yang lebih terbatas, Distan Kabupaten Probolinggo memastikan dana yang tersisa akan dikelola secara taktis dan tepat sasaran demi menjaga produktivitas petani, khususnya di wilayah penghasil tembakau.
Arif memaparkan, anggaran Rp5 miliar tersebut telah dirumuskan untuk mendanai sejumlah program krusial. Alokasi utamanya menyasar sektor produksi dan sarana penunjang seperti.
“Berfokus pada penyaluran pupuk tembakau jenis NPK.Pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa mesin perajang tembakau serta genset, Pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, pembangunan sumur bor, serta pembenahan jalan usaha tani untuk mempermudah akses distribusi”pungkasnya
Tidak hanya berhenti pada sarana fisik, sisa dari alokasi dana cukai tersebut juga dimanfaatkan untuk upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sektor penyuluhan bagi para petani terus digenjot agar implementasi bantuan berjalan maksimal dan para petani mampu menerapkan inovasi budidaya secara optimal di lapangan.
Dengan strategi alokasi yang berimbang antara mekanisasi dan pemberdayaan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo optimistis dana Rp5 miliar yang ada dapat menjadi stimulus kuat untuk menjaga kesejahteraan dan kelangsungan usaha para petani di tengah tantangan pemotongan anggaran.
Penulis : Moch Solihin








