Anggaran DBHCHT Distan Probolinggo Anjlok 50 Persen, Prioritas Tetap pada Petani Tembakau

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO — Angin kencang kebijakan fiskal turut dirasakan oleh sektor pertanian di Kabupaten Probolinggo. Tahun ini, Dinas Pertanian (Distan) harus melakukan refocusing program akibat alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima hanya menyentuh angka Rp5 miliar. Jumlah tersebut turun drastis separuhnya dari pagu anggaran tahun lalu yang menembus angka Rp10 miliar.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, membenarkan adanya pemangkasan anggaran tersebut. Menurutnya, penurunan pagu dana cukai ini tidak hanya terjadi di instansinya, melainkan berlaku merata di berbagai sektor penerima DBHCHT lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“DBHCHT tahun ini semuanya turun 50 persen. Jadi, Distan Kabupaten Probolinggo mendapat alokasi Rp5 miliar,” ujar Arif saat dikonfirmasi terkait arah kebijakan anggaran tahun ini,senin (22/6/2026).

 

Meski harus beroperasi dengan anggaran yang lebih terbatas, Distan Kabupaten Probolinggo memastikan dana yang tersisa akan dikelola secara taktis dan tepat sasaran demi menjaga produktivitas petani, khususnya di wilayah penghasil tembakau.

 

Arif memaparkan, anggaran Rp5 miliar tersebut telah dirumuskan untuk mendanai sejumlah program krusial. Alokasi utamanya menyasar sektor produksi dan sarana penunjang seperti.

 

“Berfokus pada penyaluran pupuk tembakau jenis NPK.Pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa mesin perajang tembakau serta genset, Pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, pembangunan sumur bor, serta pembenahan jalan usaha tani untuk mempermudah akses distribusi”pungkasnya

 

Tidak hanya berhenti pada sarana fisik, sisa dari alokasi dana cukai tersebut juga dimanfaatkan untuk upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sektor penyuluhan bagi para petani terus digenjot agar implementasi bantuan berjalan maksimal dan para petani mampu menerapkan inovasi budidaya secara optimal di lapangan.

Dengan strategi alokasi yang berimbang antara mekanisasi dan pemberdayaan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo optimistis dana Rp5 miliar yang ada dapat menjadi stimulus kuat untuk menjaga kesejahteraan dan kelangsungan usaha para petani di tengah tantangan pemotongan anggaran.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Pemkab Sumenep dan UWG Malang Buka Kolaborasi Strategis, Fokus Perkuat SDM dan Potensi Daerah
Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?
Ketika Kepedulian Tumbuh dari Uang Jajan: Siswa Kelas VI SDN Panaongan III Sumenep Belikan Tas dan Sepatu untuk Temannya
Bupati Sumenep: Busana Adat Nusantara Jadi Simbol Kebinekaan, Persatuan Tak Boleh Retak
Bukan Sekadar Upacara, Diskominfo Sumenep Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Digitalisasi
Transfer Pusat Berkurang Rp212 Miliar, DPRD Sumenep Bahas Ulang Struktur APBD 2026
Bukan Sekadar Seremonial, Diperta Probolinggo Turun ke Sawah Pacu Percepatan Tanam Padi
Forkopimda Sumenep Kompak, Merah Putih Satukan Langkah di HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Ketika Kepedulian Tumbuh dari Uang Jajan: Siswa Kelas VI SDN Panaongan III Sumenep Belikan Tas dan Sepatu untuk Temannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Bupati Sumenep: Busana Adat Nusantara Jadi Simbol Kebinekaan, Persatuan Tak Boleh Retak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Bukan Sekadar Upacara, Diskominfo Sumenep Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Digitalisasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Transfer Pusat Berkurang Rp212 Miliar, DPRD Sumenep Bahas Ulang Struktur APBD 2026

Berita Terbaru