Wali Kota Kediri Buka Pembelajaran Menuju PEKKA Berdaya, Dorong Perempuan Kepala Keluarga Sehat, Mandiri, dan Tangguh

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membuka kegiatan Pembelajaran Menuju Pekka Berdaya bertema “Mewujudkan Pekka Sehat, Produktif, dan Tangguh” yang diselenggarakan di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto serta Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kediri Dwi Sunaryati.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri mengungkapkan bahwa perempuan kepala keluarga (Pekka) merupakan sosok luar biasa yang memikul berbagai peran sekaligus, mulai dari menjadi ibu, kepala keluarga, pendidik anak, hingga pencari nafkah. Menurutnya, peran besar tersebut menjadikan perempuan kepala keluarga sebagai sandaran bagi anggota keluarga lainnya sekaligus pengambil berbagai keputusan penting dalam keluarga.

 

“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada ibu-ibu yang telah menyempatkan hadir pada kegiatan ini. Semoga pembelajaran selama tiga hari ini dapat memberikan manfaat dan semakin menguatkan ibu-ibu semua. Pemerintah Kota Kediri berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menguatkan hati, karena ibu-ibu tidak berjuang sendiri,” ujarnya.

 

Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali ini menjelaskan, terdapat 13.160 perempuan kepala keluarga di Kota Kediri yang menjadi perhatian bersama. Program pembelajaran ini dirancang secara komprehensif melalui tiga bidang, yakni kesehatan, ekonomi, dan psikososial. Tema hari pertama mengangkat “Pekka Sehat, Pekka Terus Melangkah”, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan diri sebagai modal utama dalam membangun keluarga berkualitas.

 

Menurut Mbak Wali, perempuan kerap mendahulukan kebutuhan anggota keluarga dibandingkan kesehatan dirinya sendiri. Padahal, ketika perempuan sehat, peluang mewujudkan keluarga yang berkualitas juga semakin besar. Sebaliknya, ketika ibu sakit dan tidak dapat bekerja maupun mengasuh anak, hal tersebut akan berdampak pada kualitas keluarga.

 

Selain aspek kesehatan, pada hari kedua peserta akan mendapatkan materi mengenai kemandirian ekonomi dan pengelolaan keuangan keluarga.

 

Sedangkan pada hari ketiga, peserta akan mempelajari aspek psikososial, terutama mengenai komunikasi dan pengasuhan anak. Ketiga tema tersebut saling berkaitan untuk membentuk perempuan yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta mandiri secara ekonomi.

 

“Perempuan yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan mandiri secara ekonomi akan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ungkapnya.

Mbak Wali berharap materi yang diberikan dapat menambah wawasan sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar kegiatan ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, saling menguatkan, serta membangun jejaring antarsesama perempuan kepala keluarga.

Tercatat terdapat 13.160 perempuan kepala keluarga di Kota Kediri. Pada kegiatan pembelajaran yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, diikuti oleh 92 perempuan kepala keluarga dan surveyor Pekka. Selain itu, narasumber di hari berikutnya adalah Nisa Mutiara seorang dosen yang akan memberikan materi terkait ekonomi dan Tatik Imadatus Sa’adati seorang psikolog.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri Muhammad Fajri Mubasyyir, serta para perempuan kepala keluarga dan surveyor Pekka.

 

Penulis : Purwasis

Editor : BM

Berita Terkait

Pemkab Sumenep dan UWG Malang Buka Kolaborasi Strategis, Fokus Perkuat SDM dan Potensi Daerah
Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?
Ketika Kepedulian Tumbuh dari Uang Jajan: Siswa Kelas VI SDN Panaongan III Sumenep Belikan Tas dan Sepatu untuk Temannya
Bupati Sumenep: Busana Adat Nusantara Jadi Simbol Kebinekaan, Persatuan Tak Boleh Retak
Bukan Sekadar Upacara, Diskominfo Sumenep Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Digitalisasi
Transfer Pusat Berkurang Rp212 Miliar, DPRD Sumenep Bahas Ulang Struktur APBD 2026
Bukan Sekadar Seremonial, Diperta Probolinggo Turun ke Sawah Pacu Percepatan Tanam Padi
Forkopimda Sumenep Kompak, Merah Putih Satukan Langkah di HUT ke-81 RI
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Ketika Kepedulian Tumbuh dari Uang Jajan: Siswa Kelas VI SDN Panaongan III Sumenep Belikan Tas dan Sepatu untuk Temannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Bupati Sumenep: Busana Adat Nusantara Jadi Simbol Kebinekaan, Persatuan Tak Boleh Retak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Bukan Sekadar Upacara, Diskominfo Sumenep Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Digitalisasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Transfer Pusat Berkurang Rp212 Miliar, DPRD Sumenep Bahas Ulang Struktur APBD 2026

Berita Terbaru