Era Baru Belanja Daerah, Probolinggo Uji Nyali Penyedia Jasa lewat Mini Kompetisi

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo tancap gas membenahi tata kelola belanja daerah guna menutup celah korupsi. Langkah ini diwujudkan melalui pembekalan masif terhadap 160 aparatur sipil dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) e-purchasing mini kompetisi yang digelar selama dua hari, 30 Juni hingga 1 Juli 2026, di Alino Cafe & Eatery Kraksaan.

Bimtek yang diinisiasi oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kabupaten Probolinggo ini membidik sektor-sektor rawan dan vital, mulai dari pengadaan jasa konstruksi, obat-obatan, alat kesehatan, hingga alat laboratorium.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, menegaskan bahwa transformasi digital ini merupakan respons konkret dan tindak lanjut atas pemantauan serta evaluasi tata kelola pemerintahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).”Pemkab Probolinggo berkomitmen memperkuat tata kelola pengadaan agar bebas dari intervensi,” ujar Sjaiful saat membuka acara didampingi Kabag PBJ Mohamad Abdi Utoyo dan narasumber dari Rumah Belajar Pengadaan Indonesia, Rahmad Junaidy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sjaiful menjelaskan, penerapan metode mini kompetisi pada Katalog Elektronik Versi 6 bukan sekadar formalitas mengganti sistem manual ke digital. Langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan persaingan sehat dan menyaring penyedia terbaik secara objektif.”Melalui mekanisme ini, pemerintah dijamin mendapatkan penawaran terbaik dari sisi kualitas, harga, dan waktu. Ini instrumen penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” tegasnya.

Ia meminta seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengadaan (PP) yang hadir untuk menguasai detail teknis, mulai dari penyusunan spesifikasi dokumen hingga evaluasi penawaran, agar tidak ada celah hukum di kemudian hari.

Di lokasi yang sama, Kabag PBJ Setda Kabupaten Probolinggo, Mohamad Abdi Utoyo, menyebutkan bahwa peningkatan kapasitas SDM adalah kunci utama dalam migrasi sistem pengadaan ini.Metode mini kompetisi dalam Katalog Elektronik Versi 6 menuntut aparatur untuk lebih cermat, akuntabel, dan transparan dalam mengeksekusi anggaran negara.

“Kami ingin mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Jika kompetensi para pelaku pengadaan ini meningkat, otomatis kualitas belanja daerah akan jauh lebih baik, efisien, dan berdampak langsung pada percepatan pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” tutur Abdi.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Pemkab Sumenep dan UWG Malang Buka Kolaborasi Strategis, Fokus Perkuat SDM dan Potensi Daerah
Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?
Ketika Kepedulian Tumbuh dari Uang Jajan: Siswa Kelas VI SDN Panaongan III Sumenep Belikan Tas dan Sepatu untuk Temannya
Bupati Sumenep: Busana Adat Nusantara Jadi Simbol Kebinekaan, Persatuan Tak Boleh Retak
Bukan Sekadar Upacara, Diskominfo Sumenep Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Digitalisasi
Transfer Pusat Berkurang Rp212 Miliar, DPRD Sumenep Bahas Ulang Struktur APBD 2026
Bukan Sekadar Seremonial, Diperta Probolinggo Turun ke Sawah Pacu Percepatan Tanam Padi
Forkopimda Sumenep Kompak, Merah Putih Satukan Langkah di HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Ketika Kepedulian Tumbuh dari Uang Jajan: Siswa Kelas VI SDN Panaongan III Sumenep Belikan Tas dan Sepatu untuk Temannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Bupati Sumenep: Busana Adat Nusantara Jadi Simbol Kebinekaan, Persatuan Tak Boleh Retak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Bukan Sekadar Upacara, Diskominfo Sumenep Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Digitalisasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Transfer Pusat Berkurang Rp212 Miliar, DPRD Sumenep Bahas Ulang Struktur APBD 2026

Berita Terbaru