PROBOLINGGO — Sektor konstruksi lokal bersiap melompat ke era digital lewat adopsi teknologi mutakhir. Demi memangkas ruang eror dan mendongkrak efisiensi proyek, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menanamkan cetak biru digital kepada para perencana infrastruktur daerah.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Standar Kompetensi Kerja Bidang Jasa Konstruksi III. Pelatihan berbasis Building Information Modeling (BIM) tersebut digelar di Ruang Dam Banyu Biru DPUPR Kabupaten Probolinggo, Selasa (30/6/2026).
Sebanyak 35 peserta yang terdiri dari konsultan perencana, pengawas, dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dikumpulkan. Mereka digembleng langsung oleh pakar teknologi dari Universitas Widya Kartika Surabaya untuk menguasai BIM,sistem canggih yang mengintegrasikan seluruh data proyek dari hulu ke hilir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jatim, Diah Kusumaningrum, menegaskan bahwa BIM bukan sekadar visualisasi gambar tiga dimensi (3D).”BIM adalah sistem pengelolaan informasi proyek yang terintegrasi. Koordinasi antar pemangku kepentingan menjadi lebih akurat. Potensi kesalahan desain dan benturan pekerjaan (clashing) di lapangan bisa diminimalkan sejak awal,” ujar Diah.
Menurutnya, penguasaan teknologi modern ini merupakan harga mati di tengah kompleksnya pembangunan infrastruktur saat ini. Langkah ini juga menjadi bukti kepatuhan terhadap Peraturan Menteri PUPR Nomor 24 Tahun 2014, dengan kurikulum yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Di sisi lain, Pemkab Probolinggo melihat pelatihan ini sebagai investasi besar untuk menghasilkan produk infrastruktur yang lebih akuntabel. Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan DPUPR Kabupaten Probolinggo, Ruli Nasrullah, menyebut peningkatan kapasitas ini sebagai mandat langsung dari UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.“Pelatihan berbasis kompetensi BIM ini adalah langkah nyata kami untuk menaikkan kelas SDM konstruksi lokal agar mampu bersaing dengan tuntutan dunia kerja modern,” kata Ruli.
Ruli optimistis, sepulangnya dari pelatihan ini, para arsitek dan insinyur lokal mampu menyajikan perencanaan yang lebih presisi, hemat biaya, dan tepat waktu. “Kami berharap mereka bisa berkontribusi lebih optimal dalam menyokong pembangunan, baik di tingkat daerah maupun skala nasional,” pungkasnya.
Penulis : Moch Solihin







