SUMENEP, Jumat, 10 Juli 2026 – Bulan Muharram selalu menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak amal kebaikan. Di bulan yang dimuliakan dalam Islam ini, kepedulian kepada anak yatim menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Semangat itulah yang kembali dihidupkan Detikzone.id melalui Gerakan Jumat Berkah, yang pada hari ini diisi dengan santunan kepada anak-anak yatim sebagai rangkaian hari ke-40 Program Berbagi Setiap Hari.
Empat puluh hari berturut-turut, tanpa jeda, Detikzone.id terus melangkah menyusuri sudut-sudut kehidupan masyarakat. Tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga menghadirkan aksi nyata bagi mereka yang membutuhkan. Hari demi hari, media ini memilih hadir di tengah masyarakat kecil, membawa kepedulian yang lahir dari semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim.
Santunan kepada anak yatim pada Jumat Berkah kali ini bukanlah kegiatan yang pertama. Sejak memasuki bulan Muharram, Detikzone.id telah beberapa kali menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di berbagai wilayah. Bahkan, jauh sebelum Muharram tiba, kegiatan serupa telah menjadi program rutin yang terus dijalankan sebagai bentuk komitmen untuk memuliakan anak yatim dan kaum dhuafa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Detikzone.id, memuliakan anak yatim bukanlah kegiatan musiman yang hanya dilakukan pada bulan-bulan tertentu. Kepedulian itu telah menjadi bagian dari perjalanan media ini dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selama empat puluh hari terakhir, Program Berbagi Setiap Hari telah menjangkau ratusan penerima manfaat dari berbagai kalangan. Mulai dari anak yatim, penyandang disabilitas, lansia sebatang kara, buruh harian, nelayan, tukang becak, pedagang kaki lima, pemulung, pekerja serabutan, hingga para pejuang nafkah jalanan yang setiap hari berjuang demi keluarganya.
Tidak ada panggung megah. Tidak ada seremoni yang berlebihan. Yang ada hanyalah langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Sebab bagi Detikzone.id, kepedulian tidak membutuhkan jabatan, kekuasaan, ataupun anggaran besar. Yang dibutuhkan hanyalah hati yang tergerak untuk berbagi.
Dalam setiap perjalanan selalu ada kisah yang menggetarkan hati. Ada anak yatim yang tetap tersenyum meski hidup dalam keterbatasan. Ada ibu yang bertahan menjajakan dagangannya hingga petang demi memenuhi kebutuhan keluarga. Ada lansia yang masih memikul beban pekerjaan karena tak ingin menjadi beban bagi anak-anaknya. Ada pula para pencari nafkah yang pulang dengan penghasilan tak seberapa, namun tetap bersyukur atas rezeki yang diperoleh.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan perjalanan kemanusiaan yang telah berlangsung selama 40 hari semakin menguatkan keyakinannya bahwa media memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menyampaikan informasi.
“Media tidak boleh hanya pandai memberitakan kesulitan masyarakat. Media juga harus hadir menjadi bagian dari solusi. Karena itu kami ingin Detikzone.id dikenal bukan hanya melalui berita yang kami tulis, tetapi juga melalui kepedulian yang terus kami hidupkan,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh bantuan yang disalurkan bukan berasal dari dirinya semata, melainkan merupakan titipan Allah SWT melalui mitra Detikzone.id dan orang-orang baik yang mempercayakan sebagian rezekinya.
“Kami tidak pernah merasa sebagai pemberi. Kami hanyalah perantara. Semua rezeki yang kami salurkan adalah titipan Allah SWT. Semoga setiap senyum anak yatim, doa kaum dhuafa, dan kebahagiaan mereka menjadi keberkahan bagi semua yang ikut berbagi,” tuturnya.
Di bawah semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, Detikzone.id juga telah menjalankan berbagai program sosial lainnya, seperti santunan rutin anak yatim dan dhuafa, bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, bantuan biaya pengobatan, bantuan kesehatan, ambulans gratis, rumah singgah bagi keluarga pasien, renovasi musala dan tempat ibadah, bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), penyaluran Al-Qur’an dan Iqra’, pembagian sembako, bantuan semen untuk pembangunan masjid dan musala, santunan penyandang disabilitas, bantuan bagi lansia sebatang kara, bantuan nelayan, buruh harian, tukang becak, pedagang kecil, pemulung, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Ke depan, gerakan kemanusiaan tersebut akan terus diperluas. Detikzone.id tengah mempersiapkan berbagai program baru, di antaranya Rumah Makan Gratis bagi pejuang nafkah jalanan, Program Orang Tua Asuh Anak Yatim, Sedekah Air Bersih, Wakaf Al-Qur’an, khitan massal gratis, pengobatan gratis, bedah rumah kaum dhuafa, bantuan modal usaha mikro, gerobak usaha gratis bagi pedagang kecil, bantuan perlengkapan sekolah, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.
“Selama Allah SWT masih memberikan kesehatan, umur panjang, kesempatan, dan rezeki, Insyaallah kami akan terus istiqamah menjalankan gerakan ini. Kami ingin membuktikan bahwa jurnalisme bukan hanya tentang menulis fakta, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, menguatkan harapan, dan menjadi jalan lahirnya keberkahan bagi sesama,” tegasnya.
Di tengah derasnya arus informasi yang sering mengejar sensasi, Detikzone.id memilih tetap menapaki jalan kemanusiaan. Sebab bagi media ini, berita yang paling bernilai bukanlah yang paling banyak dibaca, melainkan berita yang mampu menghadirkan senyum di wajah anak yatim, meringankan beban kaum dhuafa, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi banyak orang.
Penulis : Red







