Di Balik Jeruji, WBP Perempuan Rutan Pemalang Rajut Harapan Baru, Benang Disulap Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Di balik kokohnya jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pemalang, secercah harapan terus tumbuh. Bukan melalui kata-kata, melainkan dari jemari para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan yang dengan tekun merajut benang menjadi karya indah bernilai ekonomi.

Suasana ruang bimbingan kerja Rutan Kelas IIB Pemalang, Jumat (24/7/2026), tampak berbeda dari biasanya. Gelak tawa pelan dan semangat belajar menggantikan kesan suram. Dengan hakpen di tangan dan gulungan benang polychor berwarna-warni, para WBP perempuan fokus menyusun setiap simpul demi simpul menjadi sebuah tas rajut yang menarik.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara berkelanjutan diberikan kepada warga binaan perempuan. Setelah sukses menghasilkan dompet rajut, kini mereka naik ke tahap berikutnya dengan mempelajari teknik pembuatan tas rajut yang lebih kompleks, mulai dari membuat pola dasar, membentuk desain, hingga proses penyambungan dan penyelesaian akhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini didampingi petugas Rutan Kelas IIB Pemalang bersama instruktur dari Bantarbolang Malahah yang memberikan bimbingan langsung kepada seluruh peserta agar mampu menghasilkan produk berkualitas.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Pemalang, Akbar Priambodo, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal saat mereka kembali ke tengah masyarakat.

“Pelatihan merajut ini kami laksanakan secara berkelanjutan agar warga binaan terus mengembangkan keterampilannya. Melalui pembuatan tas rajut, mereka belajar ketelitian, kesabaran, dan kreativitas yang diharapkan menjadi bekal berharga ketika kembali menjalani kehidupan di masyarakat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar aktivitas mengisi waktu selama menjalani masa pidana, kegiatan merajut juga menjadi terapi mental yang membantu membangun kembali rasa percaya diri para warga binaan. Setiap simpul benang yang dirajut seolah menjadi simbol tekad untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik.

Melalui pembinaan yang konsisten, Rutan Kelas IIB Pemalang terus menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi juga tentang membuka jalan bagi perubahan. Dari balik jeruji, lahir karya, harapan, dan kesempatan baru untuk memulai kehidupan yang lebih bermakna.

Penulis : Ragil

Berita Terkait

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi
Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif
BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029
Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama
Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga
Spektakuler! Parade Siswa dan Drama Teatrikal Buka Maulid Nabi di SMAN 1 Sangkapura Gresik
BPI KPNPA RI Soroti Persoalan Hukum dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
Deteksi Dini TBC dan Layanan Kesehatan Gratis: Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dan Sudinkes Jakpus untuk Pemasyarakatan Sehat

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:16 WIB

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:39 WIB

Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif

Kamis, 10 September 2026 - 11:47 WIB

BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029

Rabu, 9 September 2026 - 16:05 WIB

Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama

Rabu, 9 September 2026 - 16:04 WIB

Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga

Berita Terbaru

SOSBUD

PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:05 WIB