Sumenep, 8 Agustus 2026 — Menjelang pelaksanaan karnaval dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Kecamatan Pasongsongan, panitia menggelar technical meeting sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kirab budaya dapat berlangsung tertib, lancar, dan semarak.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di SDN Pasongsongan I, tersebut dihadiri oleh Koordinator Bidang Karnaval, Sapulan, S.Pd.SD, Koordinator Bidang Seni, Agus Sugianto, S.Pd., serta perwakilan IGTK Kecamatan Pasongsongan, IGRA Kecamatan Pasongsongan, serta perwakilan dari SD, MI, dan peserta dari kategori umum.
Technical meeting bukan sekadar forum menyampaikan aturan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah dan menyamakan persepsi seluruh peserta sebelum turun ke jalan membawa kreativitas, budaya, dan semangat kemerdekaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Sapulan, S.Pd.SD, selaku Koordinator Bidang Karnaval, menjelaskan bahwa kegiatan karnaval merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Bidang Seni dan Karnaval dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Kecamatan Pasongsongan.
Menurutnya, technical meeting menjadi bagian penting dalam persiapan karena seluruh peserta perlu memahami konsep, mekanisme, serta petunjuk teknis yang telah disusun.
“Technical meeting ini kita laksanakan untuk menyamakan persepsi tentang kirab budaya, termasuk poin-poin petunjuk teknis yang disepakati bersama. Dengan demikian, saat pelaksanaan nanti seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama sehingga karnaval dapat berjalan tertib dan lancar,” jelas Sapulan.
Sementara itu, Agus Sugianto, S.Pd., selaku Koordinator Bidang Seni, menegaskan bahwa forum tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan karnaval tahun sebelumnya.
Berbagai kendala yang pernah ditemukan pada pelaksanaan tahun lalu dibahas secara terbuka untuk kemudian dicarikan solusi bersama. Evaluasi tersebut diharapkan mampu menjadi pijakan untuk melakukan penyempurnaan sehingga persoalan yang sama tidak kembali terjadi pada pelaksanaan karnaval tahun ini.
“Yang sudah baik kita pertahankan, sementara kendala yang ditemukan tahun kemarin kita evaluasi bersama. Harapannya, pelaksanaan tahun ini bisa lebih tertib, lebih rapi, lebih nyaman, dan tentunya semakin meriah,” ungkap Agus.
Suasana technical meeting berlangsung cukup kondusif. Peserta tidak hanya menerima penjelasan dari panitia, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berbagai persoalan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan karnaval.
Diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis. Sejumlah hal yang masih dianggap kurang dalam petunjuk teknis juga dibicarakan untuk mendapatkan penyempurnaan dan kesepakatan bersama.
Bagi panitia, karnaval bukan sekadar parade atau pertunjukan di sepanjang jalan. Di balik kemeriahan kostum, kreativitas peserta, dan iring-iringan kirab, terdapat pesan tentang budaya, persatuan, kreativitas, dan semangat gotong royong dalam merayakan kemerdekaan.
Karena itu, kesamaan persepsi menjadi modal penting. Ketika panitia dan peserta memiliki pemahaman yang sama, maka kemeriahan karnaval diharapkan tidak hanya menghasilkan tontonan yang menarik, tetapi juga menghadirkan sebuah perayaan kemerdekaan yang tertib, edukatif, dan sarat nilai budaya.
Technical meeting akhirnya menjadi titik awal untuk menyatukan berbagai unsur peserta dalam satu semangat: merayakan kemerdekaan dengan kreativitas, menjaga ketertiban dengan kesadaran, dan mengangkat budaya sebagai identitas bersama.
Dari ruang pertemuan di SDN Pasongsongan I, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan:
sebelum melangkah bersama di jalanan, seluruh peserta harus terlebih dahulu menyamakan langkah dan menyatukan persepsi.
Dan dari sinilah kemeriahan Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-81 Kecamatan Pasongsongan dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi meriah, tetapi juga menjadi kirab budaya yang tertib, kreatif, dan membanggakan.
Penulis : Redaksi







