Gus Kikin Pimpin PB NU, AHWA Kembali Jadi Penentu Kepemimpinan  

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Adi Suparto dan Tim Penyelaras

JAKARTA, 31 Agustus 2026 — Muktamar ke‑35 Nahdlatul Ulama menetapkan KH. Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2026‑2031. Penetapan dilakukan melalui lembaga Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA), sembilan tokoh ulama dan pemuka organisasi, yang dibentuk Sidang Pleno pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sekaligus menandai kembalinya penuh mekanisme penentuan pimpinan melalui jalur musyawarah mufakat.

Sembilan Anggota AHWA yang Dipilih Sidang Pleno

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AHWA adalah badan khusus yang berwenang menyaring, bermusyawarah, dan menetapkan Rais Aam serta Ketua Umum PB NU. Sembilan nama yang terpilih dan telah disepakati seluruh peserta adalah:

1. KH. Nurul Huda Djazuli

2. TGK. KH. Nuruzzahri Yahya

3. AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA

4. KH. Miftachul Akhyar

5. KH. Afifuddin Muhajir

6. KH. Anwar Iskandar

7. KH. Anwar Manshur (Lirboyo)

8. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj

9. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA

Kedudukan, Prinsip, dan Cara Kerja AHWA

Secara harfiah AHWA berarti “golongan yang berwenang melepaskan dan mengikat”. Ini bukan jabatan tetap, melainkan lembaga istimewa yang dibentuk setiap muktamar guna memikul amanat terberat: memilih pucuk pimpinan atas nama seluruh jamaah. Prinsip dasarnya berpijak pada ajaran dan tradisi NU: kepemimpinan hendaknya lahir dari persatuan hati serta kesepahaman bersama, bukan sekadar kemenangan hitungan suara yang berisiko memisahkan persaudaraan.

Tata‑caranya berjalan berurutan: AHWA menerima serta merangkum seluruh aspirasi dan usulan nama yang datang dari peserta, perwakilan wilayah, hingga lembaga‑lembaga di lingkungan NU. Anggota kemudian bermusyawarah, sering disebut “berduduk di Kasepuhan”, saling bertukar pandangan, menimbang latar belakang, rekam jejak, kematangan pemikiran, kesiapan memikul amanat, serta kesesuaian arah kebijakan. Upaya utama selalu mengarah pada kesepakatan bulat. Hanya jika belum tercapai persetujuan barulah AHWA menetapkan keputusan akhir yang wajib dipatuhi semua pihak.

Kembalinya peran penuh AHWA sekaligus berarti perubahan pola yang pernah dipakai beberapa periode sebelumnya, di mana Ketua Umum dipilih langsung secara “satu orang satu suara”, kini kembali sejalan dengan tata‑cara asal: aspirasi tumbuh dari bawah, dipersatukan kebijaksanaan para ulama dan pemuka, lalu dikukuhkan kembali Sidang Pleno sebagai satu keputusan yang diterima bersama.

Gus Kikin: Sosok yang Dipercaya Memimpin

Gus Kikin—lulusan dan tokoh yang sebelumnya menjabat Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, muncul sebagai nama yang disepakati AHWA untuk memegang amanat Ketua Umum PB NU menggantikan KH. Yaqut Cholil Qoumas. Penetapan ini kemudian dikukuhkan secara resmi Sidang Pleno Muktamar.

Pemilihan melalui jalur AHWA bermakna terpilihnya Gus Kikin bukan sekadar dukungan sebagian pihak, melainkan sosok yang dianggap telah merangkul keinginan, harapan, serta restu para ulama, pemimpin wilayah, dan seluruh unsur yang membangun tubuh besar Nahdlatul Ulama.

Penutup

Penetapan AHWA dan terpilihnya Gus Kikin menjadi bukti bahwa urusan besar umat tetap didekati dengan semangat persaudaraan dan kebijaksanaan, menempatkan persatuan di atas segalanya. Harapannya, arah kebijakan lima tahun ke depan mampu melanjutkan serta memperkokoh peran NU sebagai benteng sekaligus pelopor ajaran Islam yang merukunkan, berkemajuan, dan bermanfaat bagi seluruh bangsa Indonesia.

Berita Terkait

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi
Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif
BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029
Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama
Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga
Spektakuler! Parade Siswa dan Drama Teatrikal Buka Maulid Nabi di SMAN 1 Sangkapura Gresik
BPI KPNPA RI Soroti Persoalan Hukum dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
Deteksi Dini TBC dan Layanan Kesehatan Gratis: Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dan Sudinkes Jakpus untuk Pemasyarakatan Sehat

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:16 WIB

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi

Kamis, 10 September 2026 - 13:39 WIB

Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif

Kamis, 10 September 2026 - 11:47 WIB

BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029

Rabu, 9 September 2026 - 16:05 WIB

Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama

Rabu, 9 September 2026 - 16:04 WIB

Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga

Berita Terbaru

SOSBUD

PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:05 WIB