PEMALANG – Suasana pesta demokrasi mewarnai SMP Negeri 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026). Bukan pemilihan kepala daerah, melainkan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS masa bakti 2026–2027 yang berlangsung layaknya pemilu sesungguhnya.
Pemilihan tersebut melibatkan ratusan siswa dengan mekanisme pemungutan suara berbasis electronic voting (e-voting). Berbagai tahapan demokrasi diterapkan, mulai dari penyampaian visi dan misi, kampanye kandidat, penyediaan bilik suara, hingga pengawasan proses pemungutan suara.
Tiga pasangan calon (paslon) bersaing menawarkan gagasan terbaik untuk membawa lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan berprestasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasilnya, pasangan calon nomor urut 3, Panji Satrio dan Januar Angelica Devi, berhasil keluar sebagai pemenang dengan perolehan 380 suara atau 56 persen berdasarkan data hasil pemilihan yang disampaikan.
Sebelum pemungutan suara, masing-masing kandidat diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi di hadapan para siswa. Adu gagasan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi sekaligus memberikan kesempatan kepada pemilih untuk mengenal program setiap pasangan calon.
Panji Satrio, salah satu kandidat yang akhirnya memenangkan pemilihan, mengusung gagasan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi seluruh siswa.
Dalam orasi kampanyenya, ia menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang nyaman serta hubungan pertemanan yang positif untuk mendukung semangat belajar dan peningkatan prestasi.
“Kondisi sekolah dan teman yang menyenangkan diharapkan mampu mendorong peningkatan prestasi setiap siswa,” ujarnya.
Setelah seluruh kandidat menyampaikan visi dan misinya, pemungutan suara dilaksanakan di aula sekolah. Para siswa menggunakan hak pilih untuk menentukan pasangan yang dianggap paling layak memimpin organisasi siswa tersebut.
Prosesnya dirancang menyerupai pemilu, lengkap dengan bilik suara dan pengawasan dari BAWASRU atau Badan Pengawasan Guru.
Adapun tiga pasangan yang bertarung dalam pemilihan tersebut yakni paslon nomor urut 1, Prabu Guswijaya berpasangan dengan Atikah Zahratunnusa; paslon nomor urut 2, Keizha Aufa Rizqi berpasangan dengan Khanza Dwiputri; serta paslon nomor urut 3, Panji Satrio berpasangan dengan Januar Angelica Devi.
Berdasarkan hasil penghitungan suara yang disampaikan, pasangan Panji Satrio dan Januar Angelica Devi menempati posisi pertama dengan 380 suara atau 56 persen. Posisi berikutnya diraih pasangan Keizha Aufa Rizqi dan Khanza Dwiputri, disusul pasangan Prabu Guswijaya dan Atikah Zahratunnusa.
Kepala SMPN 1 Petarukan, Purwaningsih, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemilihan Ketua OSIS bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan organisasi siswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran demokrasi bagi para pelajar.
Menurutnya, siswa perlu mengenal proses pemilihan yang jujur, adil, dan transparan sejak dini. Pengalaman tersebut diharapkan membentuk pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab ketika kelak terlibat dalam pemilu maupun pilkada.
“Melalui pemilihan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami demokrasi melalui teori di dalam kelas, tetapi juga merasakan langsung praktiknya, mulai dari mengenal kandidat, menyimak visi-misi, menentukan pilihan, hingga menghormati hasil pemungutan suara,” terangnya.
Pemilihan Ketua OSIS tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan demokrasi dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Para siswa tidak hanya belajar memilih pemimpin, tetapi juga memahami pentingnya gagasan, tanggung jawab, kejujuran, serta sikap menghormati perbedaan pilihan.
Dari bilik suara sekolah, pengalaman berdemokrasi itu diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang memahami hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.







