Surabaya – Bukan menabur kebaikan, dua Satpam songong di Royal Plaza Surabaya malah berlagak layaknya preman mengusir seorang wartawan yang sedang duduk sejenak di lantai bersama anaknya yang masih berusia 5 tahun karena mengeluh kecapean dan kesakitan lantaran masih dalam tahap proses penyembuhan khitan.
Padahal di depan matanya, juga ada pelaku usaha yang sedang duduk di lantai. Namun, 2 Satpam tersebut hanya meminta wartawan dan anaknya untuk pindah karena tidak boleh duduk di lantai apapun alasannya.
Peristiwa memalukan itu terjadi hari Senin, 24 Maret 2025 jelang berbuka puasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wartawan yang sedang duduk bersama putranya itu bukan tanpa alasan. Sebab, sang anak yang masih proses penyembuhan khitan berkeluh sakit dan kecapean karena sejak pukul 10.00 wib berbelanja di Royal Plaza.

Jurnalis Detizone.id itu mengunjungi Royal Plaza bersama istri dan ketiga anaknya sejak pagi.
Namun jelang berbuka, sang istri bersama anak pertama dan keduanya mencari takjil untuk berbuka puasa. Anak bungsunya yang sedang mengerang kesakitan disuruh menunggu.
Saat diusir untuk pindah bersama sang anak, Jurnalis Detikzone.id mempertanyakan alasan konkret dirinya tidak boleh istirahat duduk sejenak saat anaknya mengerang kesakitan apalagi dirinya merupakan seorang konsumen.
“Pak jangan duduk dibawah silahkan pindah,” kata Satpam seraya menunjukan gestur sombong.
Namun, Satpam yang hanya bisa menegur tapi tidak bisa memberikan alasan konkret terkait pengusiran tersebut hanya menjawab tidak tahu dan tidak tahu saat dicecar alasan pengusiran.
“Tidak tahu, tidak tahu pak,” jawabnya kebingungan.
Ia pun akhirnya meminta maaf setelah diberikan masukkan objektif bahwa bekerja di bulan puasa harus mengedepankan nurani dan kemanusiaan.
“Ya pak maaf,” ucapnya.
Tak lama kemudian, Satpam yang lain datang.
Kedatangan Satpam kedua tidak lantas membuat persoalan tuntas namun justru semakin berdampak kegaduhan setelah adu cekcok karena bukan meminta maaf namun juga melakukan pengusiran.
“Tempat duduk di luar sana pak ,” ucapnya songong.
Dirinya pun bergegas pergi setelah kembali dicecar berbagai pertanyaan.
Tak berlangsung lama, Satpam yang mengaku koordinator datang.
Koordinator tersebut mengajak pengunjung yang diusir untuk bersamanya ke kantor Satpam.
Ia ingin persoalan pengusiran diselesaikan secara kekeluargaan dan berdamai. Namun, permintaan koordinator Satpam Royal Plaza ditolak mentah mentah jurnalis Detikzone.id lantaran harus menunggu sang istri dan anak anaknya yang sedang membeli takjil dan minuman dingin untuk berbuka puasa.
“Kami ingin mengajak bapak ke kantor. Kami ingin menyelesaikan ini secara kekeluargaan,” anaknya.
Pihaknya pun meminta maaf dan berjanji akan mengevaluasi pelayanan buruk yang telah ditunjukan kepada pengunjung.
“Saya terima masukannya bapak. Saya akan evaluasi,” janjinya.
“Kantor kami di Ketintang pak. Disini ada 89 personil,” tegas dia saat ditanya lebih lanjut alamat kantor dan berapa personil yang bertugas di Royal Plaza.
Fakta diusirnya seorang pengunjung Royal Plaza oleh 2 Satpam songong tehadap wartawan dan anak kecil yang sedang menjalani masa penyembuhan khitan lantaran kelelahan dan mengerang kesakitan sebelum berbuka puasa menjadi catatan merah pelayanan super buruk yang mencoreng citra baik Mall Royal Plaza Surabaya selama bertahun tahun.
Manajemen Royal Plaza harus mengambil tindakan tegas terhadap kejadian yang sangat memalukan ini.
Penulis : Redaksi







