Sepi Jelang Tengah Malam, PKL Jalan Dhoho Keluhkan Kondisi ke Satpol PP Kota Kediri

Sabtu, 3 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, Detikzone.id – Aktivitas sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Dhoho, Kota Kediri, terpantau sepi pada Sabtu (3/5/2025) dini hari, tepatnya pukul 00.00 WIB. Kondisi ini terekam dalam sebuah video singkat yang diunggah oleh Moh Hanif, pembina paguyuban PKL setempat.

Dalam video tersebut, Hanif menyampaikan keluhannya terkait situasi yang dialami para pedagang kepada pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, khususnya kepada Agus Dwi Ratmoko selaku pejabat yang membidangi ketertiban umum (Trantib).

“Beginilah suasana Jalan Dhoho, Pak Agus. Para penjual sudah berkumpul, tapi kondisinya sepi,” ungkap Hanif dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa banyak pedagang sudah bersiap sejak malam, namun minimnya pengunjung membuat omzet mereka menurun drastis, berbeda dengan saat sebelum aturan baru ditetapkan.

Menurut Hanif, selain faktor waktu, sepinya pengunjung juga ditengarai akibat adanya penertiban rutin dari Satpol PP yang membuat pedagang merasa kurang leluasa dalam berjualan.

“Kami paham soal ketertiban, tapi kami juga butuh ruang untuk mencari nafkah. Kami ingin ada solusi yang adil, agar kami bisa berjualan mulai sore hari,” tambahnya saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh jurnalis media Detikzone.

Untuk diketahui, Jalan Dhoho selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi rakyat di Kota Kediri. Pada malam hari, kawasan ini biasanya ramai oleh para PKL yang menjajakan aneka makanan, dan minuman.

Menanggapi keluhan tersebut, Agus Dwi Ratmoko, Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri menyatakan bahwa pihaknya tetap berpegang pada aturan yang berlaku, namun tetap memberikan kelonggaran.

“Ya namanya usaha, Mas. Ada saat sepi, ada saat ramai. Kami dari Pol PP mengacu pada aturan yang ada. Itu pun kami juga sangat longgar kaitan jam—yaitu PKL bisa persiapan jualan 30 menit sebelum batas waktu berjualan (20:30 WIB -red), asalkan toko yang di depan tempat jualan sudah tutup,” ungkap Agus, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Lebih lanjut kata Agus, sesuai Perwali 37 Tahun 2015. Terkait waktu untuk para PKL berjualan di jln dhoho yaitu 21.00 – 06.00 WIB.

Situasi ini mencerminkan dilema klasik antara kebutuhan akan ketertiban kota dan hak masyarakat kecil untuk mengakses ruang ekonomi. Para pedagang berharap ada dialog terbuka antara pemerintah kota dan PKL untuk mencari titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak.

Berita Terkait

Lotus Sumenep Jadi Tempat Andalan Semua Komunitas, Suasana Selalu Hidup
Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Sumenep Melambung Tinggi
Resto Lotus Sajikan Ikan Gurami yang Menggugah Selera dan Jadi Menu Favorit Pengunjung di Kota Keris Sumenep
Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian
Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep
Dinkes Probolinggo Perkuat Kapasitas Pelaku IRTP Melalui Bimtek Keamanan Pangan
Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura
Talk Show Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Perkuat Ekonomi Umat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 08:44 WIB

Lotus Sumenep Jadi Tempat Andalan Semua Komunitas, Suasana Selalu Hidup

Minggu, 19 April 2026 - 12:26 WIB

Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Pasar Lenteng Sumenep Melambung Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 - 16:34 WIB

Resto Lotus Sajikan Ikan Gurami yang Menggugah Selera dan Jadi Menu Favorit Pengunjung di Kota Keris Sumenep

Jumat, 17 April 2026 - 23:01 WIB

Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian

Jumat, 17 April 2026 - 22:12 WIB

Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep

Berita Terbaru