Sampang – Viralnya pemberitaan terkait sarana cabang olahraga Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Sampang, yang memperihatinkan lantaran tidak kecipratan anggaran pemeliharaan yang berpotensi mengancam jiwa atlet membuat anggota DPRD Sampang tergelitik.
Dalam waktu dekat, Mahfud Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang berjanji akan menyikapi hal itu dengan melakukan koordinasi terhadap Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang.
“Nantik secepatnya kita akan berkoordinasi ke dinas terkait (Disporabudpar) dan mendorong supaya bisa mengalokasikan anggaran tersebut di PAK dan di cek seperti apa kondisinya,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahfud mengakui bahwa olahraga panjat tebing adalah berstruktur besi dan baja yang sangat membutuhkan parawatan intens atau pengecekan yang rutin.
“Itu kan hanya butuh pengecatan anti karat saja dan itu tidak besar biayanya,” katanya.
Mahfud, Ketua Komisi IV yang membidangi olahraga yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menerangkan bahwa pada saat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) pada bulan November 2024, ia telah mengusulkan terkait dana pemeliharaan agar bidang olahraga juga dapat diperhatikan.
Dirinya juga meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sampang agar bidang olahraga tetap diperhatikan. Sebab, pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menjamin fasilitas tersebut baik dan aman bagi pemakainya.
“Jangan dibiarkan seperti itu karena bidang olahraga ini sangat vital. Sebab, sebuah negara ini maju jika masyarakatnya sehat,” terangnya.
Anggota Dewan yang dikenal kritis ini juga memaparkan, tidak hanya sarana panjat tebing yang kondisinya memperihatinkan, termasuk juga di GOR indor lapangan bulu tangkis juga butuh perhatian.
“Makanya di Gor indor itu saja tidak ada pemeliharaan padahal itu bisa menghasilkan retribusi dan ada retribusinya,” paparnya.
Ia juga pernah membahas bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sampang untuk mengusulkan terkait dana pemeliharaan tersebut agar pemerintah daerah memberikan perhatian khusus di bidang olahraga.
“Dan di KONI ini sebetulnya kita tidak menuntut Piala. Tetapi melahirkan atlet-atlet dan melahirkan orang-orang sehat dan kuat. Karena dengan kondisi Sampang yang seperti ini butuh generasi-generasi yang energik badannya kuat memikul beban. Makanya pemerintah harus memberikan stimulus supaya masyarakat Sampang cinta olahraga,” tuturnya.
“Kita akan mendorong terus supaya TAPD memberikan alokasi anggaran agar tidak setengah-setengah syukur-syukur nantik di PAK ada, jadi tidak menunggu tahun 2026,” pungkasnya.
Penulis : Anam Sakti









