Nelayan Madura Menggugat Petronas : Rumpon Hancur, Ganti Rugi Mandul

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, Detikzone.id – Amarah nelayan Pantura Madura meledak dalam audensi panas yang digelar di Gedung VVIP Bebek Sinjay, Bangkalan, Mereka mendesak Petronas Carigali bertanggung jawab atas kerusakan rumpon yang diduga akibat aktivitas seismik migas di laut utara Madura. (14/07/2025).

Audensi berlangsung tegang selama lebih dari empat jam. Puluhan nelayan dari Kecamatan Banyuates, Sokobanah, Ketapang, dan wilayah Pantura Pamekasan hadir, didampingi Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Trankonmasi Jatim dan Ormas Pro Jokowi Sampang. Semua bersatu dalam satu suara: Petronas harus bayar!

Kerusakan rumpon yang masif sejak proyek eksplorasi migas dimulai hingga kini belum diganti. Sementara kerugian nelayan terus menumpuk, Petronas dinilai bersembunyi di balik birokrasi dan alasan normatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faris Reza Malik, aktivis pembela nelayan Banyuates, mengecam keras sikap perusahaan asal Malaysia itu.
“Petronas melakukan kejahatan sosial. Rumpon nelayan hancur, tapi hak mereka diabaikan. Ini bentuk kolonialisme baru yang berlindung di balik kerjasama migas,” tegasnya, disambut pekikan setuju dari nelayan yang hadir.

Nada lebih tajam datang dari Imron Muslim, tokoh nelayan dari Sokobanah. Ia menuding Petronas tidak punya iktikad baik.

“Ini bukan hanya soal uang. Ini soal nyawa, soal perut keluarga. Kalau sampai akhir Juli tidak ada solusi konkret, kami nyatakan Petronas tak boleh lagi eksplorasi di laut utara Madura!” katanya lantang.

Tekanan demi tekanan terus dilontarkan. Hanafi, aktivis gondrong dari LPK Trankonmasi Jatim, bahkan menyebut SKK Migas sebagai kaki tangan kepentingan asing.

“SKK Migas bukan lagi pelayan negara, tapi corong perusahaan asing. Kalau sampai akhir bulan tak ada ganti rugi, kami akan turun dengan aksi besar-besaran. Ini ultimatum, bukan ancaman,” serunya tajam.

Namun jawaban SKK Migas justru memicu gelombang cemoohan. Yustian Hakiki, Humas SKK Migas Jabanusa, hanya menyebut bahwa Petronas akan menyampaikan kejelasan pada minggu keempat Juli.

“Insyaallah segera diselesaikan,” katanya singkat, yang sontak memicu sorakan ketidakpercayaan.

Puncak kemarahan muncul saat perwakilan Petronas, M. Faathir, mencoba melempar tanggung jawab ke PT Elnusa, mitra kerja mereka.

“Dana ganti rugi sudah kami serahkan ke Elnusa. Kami tidak tahu ke mana dana itu,” ujarnya enteng.

Pernyataan itu menyulut kecurigaan publik: Apakah terjadi penyimpangan dana? Atau memang ada upaya sistematis untuk cuci tangan?

Untuk menekan korporasi agar tidak terus bermain-main, audensi ditutup dengan penandatanganan notulen bermaterai Rp10.000. Isinya tegas: Petronas wajib membuka secara terbuka proses dan realisasi ganti rugi paling lambat akhir Juli 2025, bertempat di Pemkab Sampang dan disaksikan langsung oleh SKK Migas, PT Elnusa, Forkopimda, serta nelayan terdampak.

Jika batas waktu itu dilanggar, nelayan bersama warga Pantura Madura akan menggelar perlawanan terbuka dan menolak seluruh aktivitas eksplorasi dan eksploitasi Petronas di laut utara Madura.

Ini bukan lagi tuntutan biasa. Ini perlawanan rakyat atas pengkhianatan korporasi.

Penulis : Anam

Berita Terkait

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?
Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih
Datang Ambil Kardus, Pria di Sapeken Sumenep Justru Diciduk Polisi
Skandal Kades Situbondo Kian Membara: 1 Dinonaktifkan, 4 Desa Dibidik Inspektorat, Dana Desa Rp15 Miliar Jadi Sorotan

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:12 WIB

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:09 WIB

Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal

Senin, 18 Mei 2026 - 14:07 WIB

Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?

Berita Terbaru

Suasana live musik akustik di Arinna Cafe & Resto Sumenep yang berlangsung setiap malam mingguan. Alunan musik, pelayanan ramah, menu kuliner beragam, fasilitas ruang VIP, serta area bermain anak menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan.

EKONOMI

Masakan di Arinna Resto Sumenep Bikin Nagih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:38 WIB