Tersangka Tiga Kades di Kediri Belum Ditahan, LSM GMBI: Mengapa Polda Jatim Masih Diam?

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, Detikzone.id – Perkembangan kasus dugaan rekayasa pengisian perangkat desa tahun 2023 di Kabupaten Kediri kembali disorot publik.

Tiga kepala desa, masing-masing Imam Jamiin (Kades Kalirong, Tarokan), Sutrisno (Kades Mangunrejo, Ngadiluwih), dan Darwanto (Kades Pojok, Wates) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur beberapa bulan lalu.

Namun hingga kini, proses hukum mereka dinilai berjalan lamban dan diduga tidak transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lembaga Swadaya Masyarakat – Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM – GMBI) Distrik Kediri Raya melalui surat terbuka dengan tegas mendesak Kapolda Jawa Timur untuk membuka perkembangan kasus ini secara jelas kepada masyarakat.

“Publik jangan dibiarkan dalam ketidakjelasan. Jangan ada kesan tebang pilih. Polda Jatim harus transparan, jangan sampai muncul anggapan ada pihak yang dilindungi,” ujar Ketua GMBI Distrik Kediri Raya, Indra Eka Januar Gunawan, Jumat (22/8/2025).

Indra menegaskan, penetapan tersangka tanpa kejelasan tindak lanjut justru menimbulkan keresahan dan membuka ruang spekulasi liar.

Pihaknya menuntut penjelasan resmi terkait kelanjutan perkara, kapan ketiga kades tersebut ditahan, bagaimana status pemeriksaan, serta apa langkah konkrit agar pelayanan masyarakat di desa tetap berjalan dengan baik.

Lebih lanjut kata dia, masyarakat membutuhkan kepastian hukum, bukan sekedar penetapan status tersangka tanpa tindak lanjut yang jelas.

“Kami mendukung penuh penegakan hukum, tapi jangan berlarut-larut. Hukum harus ditegakkan dengan jelas, cepat, dan adil,” tegas Indra.

Secara ekslusif, Ketua LSM GMBI Distrik Kediri Raya menegaskan akan terus mengawal kasus ini sebagai bentuk kontrol sosial.

Bahkan dalam waktu dekat, Indra menyatakan akan melayangkan surat kepada DPMPD Kabupaten Kediri hingga Bupati Kediri terkait penonaktifan sementara para kades yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut.

“Kalau aparat penegak hukum lamban, kami khawatir kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum akan runtuh. Kami ingin keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu,” pungkas Indra.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru