Proyek Irigasi P3-TGAI di Tobai Barat Sampang Diduga Salah Penempatann dan Mubazir, Hanya Andalkan Tadah Hujan

Jumat, 5 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek P3-TGAI melalui Hippa Batu Emas di Desa Tobai Barat dipertanyakan karena dinilai tak memberi manfaat nyata bagi lahan pertanian

Proyek P3-TGAI melalui Hippa Batu Emas di Desa Tobai Barat dipertanyakan karena dinilai tak memberi manfaat nyata bagi lahan pertanian

SAMPANG, Detikzone.id – Alih-alih membawa manfaat bagi petani, proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) senilai Rp195 juta di Desa Tobai Barat, Kecamatan Sokobanah, Sampang, justru memunculkan tanda tanya besar. Saluran irigasi yang dibangun melalui Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Batu Emas itu diduga kuat salah penempatan dan kini hanya mengandalkan air tadah hujan.

Pantauan lapangan memperlihatkan pemandangan ironis. Bangunan yang seharusnya mengairi sawah warga justru berdiri tanpa akses sumber air, baik sungai maupun bendungan. Akibatnya, saluran hanya berfungsi menyerupai drainase—tidak mampu mendistribusikan air untuk lahan pertanian.

“Bagaimana mungkin ini disebut irigasi, kalau sumber airnya saja tidak ada? Sama saja menghamburkan anggaran,” keluh seorang warga yang enggan disebut namanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan tujuan utama P3-TGAI, yakni meningkatkan kesejahteraan petani lewat pengelolaan air yang memadai. Publik pun mulai mempertanyakan ke mana arah transparansi dan siapa yang sebenarnya diuntungkan dari proyek ini.

Pj Kepala Desa Tobai Barat, Ardi, saat dikonfirmasi justru menegaskan bahwa proyek tersebut bukan bersumber dari Dana Desa. Ia bahkan mengaku tidak pernah menerima laporan resmi dari pihak pelaksana.

“Proyek itu inisiatif Pj Kepala Desa sebelumnya. Sampai hari ini saya belum pernah dilapori oleh kelompok pelaksana. Bahkan saat pencairan, kami juga tidak tahu,” ujarnya singkat.

Minimnya koordinasi dan absennya pengawasan memperkuat dugaan adanya praktik yang menyimpang. Padahal, Permen PUPR Nomor 4 Tahun 2021 dengan jelas mewajibkan agar proyek P3-TGAI dilaksanakan swakelola oleh kelompok petani, bukan dipihak ketigakan.

Kini, publik menagih sikap tegas dari pihak berwenang. Sebab, jika dugaan penyimpangan ini benar, maka proyek ratusan juta rupiah yang dibiayai APBN bisa berujung skandal hukum dan menambah deretan catatan kelam pembangunan di Sampang.

 

Penulis : Anam

Berita Terkait

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak
Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan
Kabar Baik Pengguna Jalan, Jembatan Matikan II Paiton Probolinggo Rampung dan Arus Pantura Kembali Normal
Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai
Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata
Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:03 WIB

LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:27 WIB

Kabar Baik Pengguna Jalan, Jembatan Matikan II Paiton Probolinggo Rampung dan Arus Pantura Kembali Normal

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai

Berita Terbaru