LSM GMBI: Bupati Kediri Mas Dhito Diduga Biarkan Tiga Orang Kades Tersangka Tetap Menjabat

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, Detikzone.id – Polemik dugaan rekayasa pengisian perangkat desa tahun 2023 di Kabupaten Kediri terus bergulir. Tiga kepala desa yang sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur, diantaranya; Kades Kalirong Imam Jamiin, Kades Mangunrejo Sutrisno, dan Kades Pojok Darwanto yang hingga kini masih tetap aktif menjalankan roda pemerintahan desa.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik: mengapa Bupati Kediri belum mengambil langkah tegas berupa pemberhentian sementara, sebagaimana diamanatkan regulasi?

Ketua Distrik LSM GMBI Kediri Raya, Indra Eka Januar, menegaskan bahwa situasi ini dapat melemahkan wibawa hukum sekaligus merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mempertanyakan mengapa tiga kepala desa yang sudah jelas berstatus tersangka masih tetap menjabat. Ini bertentangan dengan semangat Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, Pasal 29 huruf e, yang mengatur pemberhentian sementara kepala desa jika berstatus tersangka kasus pidana,” tegas Indra di kantor sekretariat GMBI Kediri, Kamis (11/9/2025) malam.

Ia menambahkan, lambannya respon pemerintah daerah bisa memunculkan dugaan adanya pembiaran atau bahkan perlindungan politik dan struktural.

Sebagai bentuk keseriusan, LSM GMBI mengaku telah mengirimkan pengaduan secara resmi (Dumas) ke Ombudsman, Kejaksaan, hingga Kementerian Dalam Negeri. Langkah ini ditempuh agar ada supervisi langsung dari pemerintah pusat terhadap dugaan pembiaran di Kabupaten Kediri.

“Kami mendorong Mendagri untuk turun tangan. Jangan sampai kasus berhenti di penetapan tersangka tanpa ada tindak lanjut tegas,” ujar Indra.

LSM GMBI juga menegaskan siap membawa persoalan ini ke jalur hukum apabila tidak ada tindakan dari Bupati Kediri. Gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun class action akan menjadi opsi untuk menguji konsistensi penerapan hukum.

“Jika aturan hukum diabaikan, kami akan uji di pengadilan. Kepastian hukum harus ditegakkan. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” pungkas Indra.

Kasus ini kini menyedot perhatian luas. Masyarakat Kediri raya menunggu langkah tegas dari pemerintah daerah: apakah aturan hukum akan ditegakkan secara konsisten, atau justru dibiarkan hingga memperkuat kesan bahwa tersangka kasus pidana bisa tetap menduduki jabatan publik.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru