KEBUMEN – Ramainya pemberitaan terkait dugaan penculikan yang menyeret nama keluarga Khanifudin mendapat klarifikasi langsung dari pihak keluarga. Putra Khanifudin, Solihudin, menegaskan bahwa langkah yang ditempuh murni niat baik dan inisiatif keluarga untuk mencari jalan damai.
Menurut Solihudin, pihaknya meminta bantuan EYR, tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Seliling, agar dapat mempertemukan keluarga dengan Sutaja Mangsur. Hal ini dilakukan karena beberapa kali upaya mendatangi rumah Sutaja belum berhasil.
“Kami hanya ingin bertemu lewat mediasi tokoh masyarakat. Intinya ingin berdamai dan menyelesaikan kewajiban bapak saya. Tidak ada paksaan sama sekali,” ujar Solihudin, Jumat (12/9/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, karena sedang mendampingi anak dan istri yang sakit, dirinya tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Sebagai gantinya, sang kakak, Ibnu Sani, datang membawa uang untuk melunasi utang sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada Sutaja Mangsur.
“Bapak saya masih ditahan di Polres. Sebagai anak, saya merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan kewajibannya,” pungkasnya.
Penulis : Aji Atma Wijaya







