Ditengah Seruan Efisiensi, BPPKAD Probolinggo Belanja Mobil Dinas Baru Rp 216 Juta

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, detikzone.id – Seruan efisiensi anggaran yang tengah digencarkan pemerintah pusat rupanya tidak sepenuhnya sejalan dengan langkah Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, instansi tersebut justru melakukan belanja mobil dinas baru senilai Rp 216 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) mencatat bahwa pos anggaran itu dialokasikan untuk belanja pemeliharaan alat angkutan darat bermotor kendaraan dinas perorangan roda empat eselon III.

Langkah ini menuai kritik dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP), Ludfi Hamid. Menurutnya, pengadaan kendaraan dinas baru bukanlah kebutuhan mendesak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seringkali alasan yang dipakai adalah kendaraan lama tidak layak atau tidak mendukung kinerja. Tapi faktanya, banyak kendaraan dinas yang masih terparkir tidak terpakai. Lebih baik dana sebesar itu dialihkan ke perbaikan infrastruktur, pertanian, atau kebutuhan dasar rakyat yang jelas-jelas lebih bermanfaat,” tegas pria yang akrab disapa Yek Ludfi, Sabtu (13/9/2025).

Kritik ini semakin relevan ketika melihat realita bahwa beberapa OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo masih memiliki dua hingga tiga kendaraan dinas eselon II, yang kerap kali menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pemanfaatan aset pemerintah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo, Kristiana Ruliani, tidak membuahkan hasil. Nomor ponselnya justru memblokir akses komunikasi, sebuah langkah yang dinilai menambah kecurigaan publik terkait keterbukaan informasi.

Kondisi ini memunculkan sorotan tajam dari masyarakat. Alih-alih berfokus pada efisiensi anggaran sebagaimana arahan pusat, belanja mobdin baru dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap situasi dan kebutuhan nyata warga Kabupaten Probolinggo.

 

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL
Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih
Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 20:05 WIB

Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL

Senin, 1 Juni 2026 - 10:41 WIB

Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih

Senin, 1 Juni 2026 - 00:06 WIB

Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:12 WIB

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Berita Terbaru