Kediri, Detikzone.id – Misteri kematian dua perempuan warga Kediri, IB dan GS, terus menyisakan tanda tanya. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium, keduanya dinyatakan meninggal akibat intoksikasi alkohol atau keracunan miras melebihi ambang batas normal.
Sementara satu korban lainnya, HM, berhasil selamat meski sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
HM, perempuan asal Mojoroto, merasa keberatan dengan pemberitaan yang menurutnya justru mengalihkan isu sebenarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dimintai keterangan oleh jurnalis Detikzone, Minggu (14/9/2025) siang, HM membeberkan kronologi dan dugaan adanya kejanggalan dalam peristiwa yang menewaskan dua sahabatnya itu.
“Dinyatakan overdosis miras? Enggak pak, menurut saya itu sangat janggal. Soalnya saya, IB, dan GS sering minum lebih banyak dari itu, dengan kadar alkohol lebih tinggi, tapi tidak pernah terjadi apa-apa,” ungkap HM.
Ia juga menyoroti perilaku seorang tamu berinisial R, yang baru dikenalnya melalui almarhumah IB. Menurut HM, meski baru kenal sehari, R sudah bersikap sangat royal, bahkan sempat menghadiahkan iPhone 16 Pro Max.
HM menceritakan, ia dan IB baru mengenal seorang tamu berinisial R pada malam Kamis saat kerja di sebuah tempat karaoke, Cemara.
Keesokan harinya, Jumat sore, IB datang ke rumah HM menggunakan motor dan mengajaknya pergi. IB menyebut R ingin membelikannya iPhone.
“Akhirnya saya sama IB jemput R naik mobil saya, lalu ke Ketos. Dari situ memang kelihatan R ini sangat royal, padahal baru kenal sehari,” kata HM.
“Kalau saya boleh mencurigai, pikirnya pasti ada timbal balik. Nah, itu yang harusnya ditelusuri, kenapa kok malah menyudutkan pihak kafe dan karaoke saja, tapi tidak mengejar tamunya?” lanjut dia.
Lebih lanjut, HM menjelaskan, malam kejadian ia bersama IB dan GS dibooking oleh empat pria, termasuk R diantaranya, untuk menemani minum dan bernyanyi.
Usai acara, mereka bertiga bahkan sempat mengantar R pulang ke rumahnya sebelum kembali ke kediaman HM.
“Kami ngobrol dulu, lalu tidur. Tapi pas bangun sore, kondisi badan aneh: pusing, mual, penglihatan kunang-kunang. IB duluan masuk rumah sakit, disusul GS, lalu saya juga ikut opname,” tuturnya.
Meski tidak dilakukan otopsi karena penolakan keluarga korban, HM mendesak agar penyelidikan tidak berhenti pada dugaan intoksikasi alkohol semata.
“Menurut saya, ini bukan sekedar overdosis miras. Harus ada yang mengusut lebih jauh, apalagi kami minum bersama empat tamu itu,” tegasnya.
Penulis : Bimo








