Rokok Ilegal Boss Caffe Latte Bebas Beredar, Bea Cukai Madura Tak Berani Bertindak

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Peredaran rokok ilegal Boss Caffe Latte yang diproduksi di Pamekasan semakin merajalela dan bebas. Meski jelas melanggar hukum karena tidak dilekati pita cukai, pabrik dan bandar besar tetap bisa beroperasi tanpa gangguan, sementara aparat Bea Cukai Madura hanya berani menindak pedagang kecil di toko kelontong.

Sumber lokal menilai, pembiaran ini menunjukkan kinerja Bea Cukai yang ciut nyali dan tidak serius menegakkan hukum di wilayah hukumnya sendiri.

 “Harusnya Bea Cukai Madura malu. Rokok ilegal yang bersarang di wilayah mereka malah diungkap oleh Bea Cukai wilayah lain seperti Makassar,” ujar seorang jurnalis asal Pamekasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukti nyata menunjukkan ketidakseriusan ini. Pada April 2025, Bea Cukai Makassar berhasil menggagalkan penyelundupan Boss Caffe Latte yang diproduksi di Pamekasan dan hendak dikirim ke berbagai wilayah seperti Maros, Barru, Luwuk Utara, Gorontalo, Konawe, Poso, dan Kepulauan Banggai. Namun, di tempat asal produksinya Pamekasan, Bea Cukai belum melakukan tindakan tegas.

Aktivis Ahmadi dari Peduli Bea Cukai menyayangkan kondisi ini.

“Kinerja Bea Cukai di bawah kepemimpinan Novian Dermawan tidak produktif. Kalau hanya berani menakut-nakuti pedagang kecil, lebih baik bubarkan saja Bea Cukai di Pamekasan!” katanya.

Publik kini menunggu langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar turun langsung ke Madura dan memastikan penegakan hukum terhadap produksi dan peredaran Boss Caffe Latte ilegal.

“Harapan satu-satunya agar rokok ilegal Boss Caffe Latte benar-benar diberantas adalah tindakan tegas dari Menkeu sendiri,” tambahnya.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi komitmen penegakan hukum Presiden Prabowo Subianto, yang ingin hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Bebasnya produksi dan peredaran Boss Caffe Latte mencoreng kredibilitas aparat dan menimbulkan kerugian negara yang tidak sedikit.

Publik  berharap agar aparat segera bertindak tegas, menutup pabrik ilegal, dan menangkap para bandar, bukan hanya menakut-nakuti pedagang kecil. Boss Caffe Latte harus segera diberantas agar keadilan hukum dan penerimaan negara dari cukai bisa ditegakkan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru