Marwah Pesantren Terkoyak, Ribuan Santri Kepung Trans7 Tuntut Chairul Tanjung Minta Maaf

Sabtu, 18 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Detikzone.id — Ribuan santri dan alumni pesantren dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi damai di depan gedung The Trans Icon, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (17/10/2025).

Aksi tersebut menuntut pertanggungjawaban dari Chairul Tanjung, pemilik Trans7 sekaligus bos CT Corp, atas tayangan program Xpose Uncensored yang dinilai menyinggung dan melecehkan ulama serta lembaga pesantren di Indonesia.

Para peserta aksi yang tergabung dalam Himpunan Alumni Santri dan Simpatisan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lepelle (HASMI) datang membawa poster dan spanduk bertuliskan pesan moral seperti “Harga Diri Pesantren Tidak Dijual di Layar Sensasi Murahan!” dan “Jangan Jadikan Fitnah Sebagai Hiburan!”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi, Mat Jusi, memimpin langsung orasi di depan gerbang utama The Trans Icon. Ia menegaskan bahwa tayangan Xpose Uncensored telah menayangkan potongan video yang menampilkan pengasuh pesantren tanpa izin dan tanpa klarifikasi.

“Ini bukan perkara sepele. Kami menuntut permintaan maaf tertulis dari Chairul Tanjung dan seluruh manajemen Trans7. Dunia pesantren punya martabat yang harus dihormati,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, aksi yang dilakukan santri merupakan bentuk gerakan moral, bukan politik.
“Yang turun ini santri, bukan demonstran bayaran. Kami datang membawa marwah, bukan amarah,” ujarnya disambut pekikan takbir dari ribuan peserta aksi.

Dalam pernyataan tertulisnya, HASMI menuntut lima poin penting, yaitu:

1. Permintaan maaf terbuka dari Chairul Tanjung dan tim Xpose Uncensored.

2. Klarifikasi publik mengenai proses produksi tayangan yang menimbulkan kontroversi.

3. Pemberian sanksi internal kepada tim produksi yang bertanggung jawab.

4. Evaluasi sistem kontrol konten di Trans7 agar lebih beretika.

5. Tindakan tegas dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap pelanggaran kode etik penyiaran.

 

Aksi tersebut berlangsung tertib dan dikawal ketat oleh aparat keamanan. Para santri juga memukul beduk simbolik sebagai bentuk peringatan moral bagi media agar lebih berhati-hati dalam menayangkan konten yang menyangkut kehormatan tokoh agama dan lembaga pendidikan Islam.

“Beduk ini bukan tanda perang, tapi panggilan moral agar media kembali pada akhlak dan tanggung jawab sosialnya,” ujar salah seorang peserta aksi.

Mat Jusi menambahkan, santri memberi waktu 3 x 24 jam bagi pihak Trans7 untuk merespons tuntutan mereka. Jika tidak, gerakan ini akan meluas menjadi aksi nasional dan ajakan boikot terhadap seluruh jaringan bisnis CT Corp.

Pihak Trans7 hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para santri.

Aksi ini menjadi refleksi penting bagi dunia penyiaran Indonesia agar senantiasa menempatkan etika, akurasi, dan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan sebagai pilar utama dalam menjalankan fungsi jurnalistik dan hiburan.

Penulis : Anam

Berita Terkait

Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL
Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih
Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 20:05 WIB

Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL

Senin, 1 Juni 2026 - 10:41 WIB

Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih

Senin, 1 Juni 2026 - 00:06 WIB

Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:12 WIB

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Berita Terbaru

NASIONAL

Lapas Kendal Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 

Senin, 1 Jun 2026 - 21:04 WIB