Drama di Pamekasan: Rokok GEBOY Dimusnahkan, Mafia Besar Malah Bebas Berkeliaran

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOLASE FOTO. Kepala BC Madura bersama Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Pamekasan saat memamerkan sederet rokok ilegal. Sementara hingga kini bandar rokok ilegal yang berada di wilayah hukumnya di Pamekasan masih dibiarkan melenggang bebas. Salah satunya bandar rokok ilegal merek GEBOY

KOLASE FOTO. Kepala BC Madura bersama Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Pamekasan saat memamerkan sederet rokok ilegal. Sementara hingga kini bandar rokok ilegal yang berada di wilayah hukumnya di Pamekasan masih dibiarkan melenggang bebas. Salah satunya bandar rokok ilegal merek GEBOY

PAMEKASAN – Aksi Bea Cukai (BC) Madura yang dipimpin Novian Dermawan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Pamekasan kembali memicu kritik publik. Kamis (20/11/2025), mereka menggelar pemusnahan rokok ilegal, termasuk merek “GEBOY”, namun bandar besar yang menjadi biang kerok tetap bebas berkeliaran.

Pemusnahan yang digelar dengan penuh seremoni melibatkan Kepala Bea Cukai Madura, Kabid P2 Kanwil DJBC Jawa Timur I, Kepala Kejari Pamekasan, Kapolres Pamekasan, Ketua PN Pamekasan Kelas I B, serta jajaran Kemenkeu satu Madura ini diklaim sebagai bukti keseriusan aparat menegakkan hukum di bidang cukai.

Rokok ilegal yang dimusnahkan mayoritas diproduksi di Pamekasan, salah satunya “GEBOY” yang ditengarai milik pengusaha berinisial FM, pemilik pabrik rokok resmi di Kabupaten Pamekasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, publik menilai aksi itu hanya “panggung sandiwara”. Bandar rokok ilegal di Pamekasan, termasuk merek GEBOY, diduga semakin leluasa memproduksi dan mengedarkan rokok tanpa pita cukai, sementara aparat yang seharusnya menindak tegas tetap bungkam.

Ahmadi, pemerhati rokok ilegal di Madura, mengecam tindakan setengah hati aparat.

“Ada apa dengan Aparat Penegak Hukum dan Bea Cukai Madura? Jika serius, jangan hanya menakuti penjual kecil atau sopir, tapi tangkap langsung bandarnya!” desaknya.

Hingga kini, Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, belum menunjukkan taringnya untuk menindak para bandar besar. Publik pun mempertanyakan komitmen aparat menegakkan hukum dan melindungi kepentingan negara dari kerugian akibat rokok ilegal.

 

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru