SUMENEP — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep memainkan peran strategis dalam menciptakan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang aman, tertib, dan kondusif, Kamis, 1/1/2026.
Melalui pendidikan kebangsaan, dialog sosial, dan penguatan toleransi, Bakesbangpol menegaskan bahwa stabilitas sosial lahir dari kesadaran dan partisipasi masyarakat, bukan hanya dari penegakan aturan semata.
Sepanjang 2025, Bakesbangpol menempatkan pendidikan kebangsaan, dialog sosial, dan penguatan toleransi sebagai fondasi utama menjaga keharmonisan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Pemerhati Kebijakan Publik, Hasan Basri, yang menilai model pengelolaan sosial di Sumenep layak menjadi contoh bagi daerah lain.
“Keamanan dan keharmonisan perayaan Natal dan Tahun Baru di Sumenep menunjukkan bahwa stabilitas sosial lahir dari kesadaran masyarakat dan kerja sama antarwarga, bukan semata dari penegakan aturan. Ini patut diteladani,” ujarnya.
Hasan Basri menyebut, pendekatan Sumenep yang menekankan pendidikan kebangsaan, dialog sosial, dan penguatan toleransi menjadi kunci keberhasilan.
“Setiap perayaan keagamaan dapat berlangsung aman karena masyarakat terbiasa menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan menanamkan nilai-nilai etika sosial dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya
Lebih lanjut, ia memuji sinergi lintas komunitas dan agama di Sumenep, yang memastikan setiap perbedaan menjadi kekuatan, bukan sumber konflik.
Menurut Hasan Basri, model ini membuktikan bahwa pembangunan sosial yang inklusif, partisipatif, dan berbasis kesadaran kolektif akan menghasilkan stabilitas yang tahan lama.
Dengan fondasi yang kuat sepanjang 2025, Sumenep kembali menegaskan bahwa harmoni sosial bukan hadiah instan, tetapi buah dari kerja keras, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat.
Perayaan Natal dan Tahun Baru pun menjadi momentum untuk merayakan kebersamaan, toleransi, dan kedamaian yang dirawat bersama.
Penulis : Redaksi







