Tegang di Awal, Damai di Akhir: Polemik Arisan Get Berakhir Kekeluargaan

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Polemik arisan get yang sempat memicu keluhan sejumlah anggota akhirnya menemukan titik terang. Setelah menuai sorotan, pihak admin arisan memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa persoalan tersebut bukanlah pelanggaran, melainkan murni akibat miskomunikasi.

Admin arisan, yang menggunakan rekening atas nama Yulinda Anis Prawita, menjelaskan bahwa mekanisme pencairan dana sejak awal memang telah diatur dilakukan H+1 setelah jatuh tempo pembayaran, bukan dicairkan pada hari yang sama.

“Ini sebenarnya hanya miss komunikasi. Dari awal sudah disepakati bahwa pencairan dilakukan H+1, bukan langsung di hari pembayaran,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan, sistem tersebut telah menjadi kesepakatan bersama seluruh anggota. Namun dalam praktiknya, terjadi perbedaan pemahaman yang memicu kesalahpahaman hingga berkembang menjadi polemik.

“Kami dan anggota sebenarnya sudah sepakat. Hanya saja mungkin ada yang kurang memahami atau terjadi perbedaan persepsi,” tambahnya.

Terkait adanya keluhan soal keterlambatan pencairan dana, admin menegaskan bahwa semua tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku, termasuk mempertimbangkan kedisiplinan pembayaran dari masing-masing anggota arisan.

Meski demikian, pihaknya mengaku terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi. Ia menilai, kejadian ini menjadi pelajaran penting agar komunikasi ke depan bisa lebih jelas dan tidak menimbulkan salah tafsir.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kesalahpahaman. Karena setiap arisan punya aturan masing-masing, jadi harus dipahami bersama sejak awal,” ujarnya.

Lebih lanjut, admin memastikan bahwa persoalan yang sempat memanas kini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak yang berselisih telah duduk bersama dan sepakat mengakhiri permasalahan dengan damai.

“Alhamdulillah sudah selesai. Kami sudah saling memahami dan sepakat menyelesaikan secara baik-baik,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya polemik ini, diharapkan kepercayaan antar anggota dapat kembali terjaga. Kejelasan aturan serta komunikasi yang terbuka dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan dalam sistem arisan berbasis kebersamaan.

Berita Terkait

Patungan Beli Sabu Jadi Petaka, Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep
Raisul Kawim Dikabarkan Akan Dipilih sebagai Ketua Paguyuban Sekdis Sumenep
Dorong Literasi Sejak Dini, Pemkot Kediri Sosialisasikan Banpem Sarana Menulis bagi Siswa SD
Lapas Kendal Teguhkan Komitmen Kinerja, Seluruh Pejabat Struktural Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026
ANALISIS MENYELURUH: KASUS EVA STEVANY RATABA DAN KELEMAHAN SISTEMIK DATA BANSOS
Pergi Mengamen, Tungku Lupa Dimatikan: Rumah dan Dua Bangunan di Paduraksa Pemalang Dilalap Api
Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, BPBD Pemalang Imbau Warga Gunakan Masker Saat Aktifitas di Luar Ruangan
Keren! Siswa SMPN 1 Petarukan Sabet Medali Perak Kejurda POPDA JATENG

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:01 WIB

Patungan Beli Sabu Jadi Petaka, Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep

Sabtu, 12 September 2026 - 17:02 WIB

Raisul Kawim Dikabarkan Akan Dipilih sebagai Ketua Paguyuban Sekdis Sumenep

Kamis, 10 September 2026 - 23:33 WIB

Dorong Literasi Sejak Dini, Pemkot Kediri Sosialisasikan Banpem Sarana Menulis bagi Siswa SD

Kamis, 10 September 2026 - 13:42 WIB

Lapas Kendal Teguhkan Komitmen Kinerja, Seluruh Pejabat Struktural Tandatangani Perjanjian Kinerja 2026

Rabu, 9 September 2026 - 12:08 WIB

ANALISIS MENYELURUH: KASUS EVA STEVANY RATABA DAN KELEMAHAN SISTEMIK DATA BANSOS

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB