SUMENEP – Di tengah harapan besar akan kemajuan infrastruktur, suasana khidmat menyelimuti Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten. Doa-doa dipanjatkan, mengiringi langkah awal pembangunan Jembatan Garuda yang digadang-gadang menjadi penghubung harapan masyarakat.
Kegiatan doa bersama yang digelar oleh Kodim 0827/Sumenep bersama warga setempat pada Rabu (01/04/2026) menjadi simbol kuat sinergi antara aparat dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Pgs. Pasiter Kodim 0827/Sumenep, Agung Muhaimin, bersama jajaran personel serta masyarakat yang memenuhi lokasi dengan penuh harap.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan agar pembangunan Jembatan Garuda berjalan lancar tanpa hambatan dan membawa manfaat besar bagi kehidupan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Doa bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar spiritual agar pembangunan berjalan aman dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Agung.
Ia menegaskan, kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu membuka akses yang selama ini terbatas, sekaligus menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat Ambunten.
“Dengan jembatan ini, konektivitas akan meningkat, mobilitas warga menjadi lebih mudah, dan aktivitas ekonomi bisa tumbuh lebih cepat,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari masyarakat. Salah satu warga, Junaidi, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan dalam pembangunan tersebut.
“Kami sangat mendukung. Semoga jembatan ini segera selesai dan benar-benar membantu aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, doa bersama ini menjadi cerminan kuatnya kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Sumenep.Di balik setiap lantunan doa, tersimpan harapan besar—agar Jembatan Garuda tak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Ambunten.







