BAWEAN — Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna memperkuat penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pulau Bawean. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Tambak, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri Camat Sangkapura dan Tambak, Kapolsek Sangkapura dan Tambak, Kepala Pengadilan Agama Bawean, unsur KUA Sangkapura dan Kepala KUA Tambak, instansi kesehatan, lembaga perlindungan perempuan dan anak, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, hingga sejumlah organisasi perempuan dan tokoh masyarakat di wilayah Bawean.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, kegiatan ini turut menghadirkan dua narasumber, yakni Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H. dan Ciput Eka Purwianti, S.Si., M.A., yang membahas penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak berbasis kolaborasi lintas lembaga.
Camat Tambak, Muhammad Nursyamsi, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak secara terpadu.
“Penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi tanpa sekat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat agar penanganan berjalan efektif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan wilayah kepulauan seperti Bawean yang memiliki keterbatasan akses layanan.
“Wilayah kepulauan seperti Bawean memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi akses layanan. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memberikan perlindungan yang cepat dan tepat,” jelasnya.
Dalam sesi pemaparan, disampaikan data terkait prevalensi kekerasan terhadap anak di Indonesia sekaligus kondisi akses layanan yang masih perlu ditingkatkan.
Rapat koordinasi ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, memperkuat alur koordinasi, serta mendorong peningkatan akses layanan bagi korban di wilayah kepulauan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pulau Bawean dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terintegrasi, sekaligus mendorong upaya pencegahan yang lebih efektif di tengah masyarakat.
Penulis : Abd Hamid







