KPK Tunggu Bukti Pendukung, KAKI Jatim Desak Dugaan Keterlibatan Bupati Bangkalan dalam Dana Hibah Pokmas Diusut

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Detikzone.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur, Moh Hosen, yang meminta lembaga antirasuah menelusuri dugaan keterlibatan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, dalam perkara dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Melalui Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, lembaga antirasuah menegaskan bahwa setiap informasi maupun dugaan yang disampaikan kepada KPK harus disertai bukti pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Ada bukti pendukungnya nggak, Mas?” kata Budi Prasetyo saat dimintai tanggapan terkait pernyataan Moh Hosen, Minggu (14/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa KPK membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi, laporan, maupun dugaan tindak pidana korupsi. Namun demikian, setiap laporan harus didukung data, dokumen, dan fakta yang memadai agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Ketua KAKI Jawa Timur, Moh Hosen, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi dari sejumlah sumber yang menyebut Lukman Hakim pernah menjadi bagian dari struktur pengelolaan keuangan kelompok masyarakat penerima dana hibah Jawa Timur pada periode ketika Mahfud alias Mahud menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur.

Selain itu, menurut Hosen, berkembang pula informasi mengenai adanya hubungan keluarga antara Mahfud dan Lukman Hakim. Informasi tersebut, kata dia, perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan dalam proses pengajuan, pengelolaan, maupun penyaluran dana hibah.

“Kami meminta KPK tidak menutup mata terhadap informasi yang berkembang. Dana hibah ini nilainya sangat besar, mencapai triliunan rupiah. Harus diusut secara tuntas dan transparan,” ujar Moh Hosen.

Ia menegaskan bahwa pengusutan perkara dana hibah pokmas tidak boleh berhenti pada pelaksana teknis di lapangan semata, melainkan harus menjangkau seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dalam mekanisme pengajuan hingga pencairan anggaran.

“Jangan hanya menyasar pelaksana di bawah. KPK harus berani menelusuri hingga ke aktor utama. Kalau memang ada keterlibatan pejabat, termasuk kepala daerah, harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari KPK yang menyebut adanya keterlibatan Lukman Hakim dalam perkara tersebut. Pernyataan yang disampaikan KAKI Jatim masih berupa informasi dan dugaan yang menurut KPK harus didukung bukti-bukti yang cukup sebelum dapat ditindaklanjuti lebih lanjut.

Kasus dana hibah pokmas Jawa Timur sendiri menjadi salah satu perkara yang menyita perhatian publik karena nilai anggaran yang besar dan melibatkan berbagai pihak dalam proses pengajuan serta penyalurannya.

Publik kini menantikan langkah lanjutan KPK dalam menindaklanjuti berbagai informasi yang berkembang, sekaligus memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan.

 

Penulis : Syaif

Berita Terkait

Muatan Tenggelam, Nyawa Terselamatkan; KM LA RISKY Karam di Selatan Pulau Mamburit Sumenep
Embung Maut di Desa Junok Sampang, Tiga Balita Bersaudara Meninggal Dunia dalam Satu Peristiwa
Kyai MR Diduga Terlibat Pelecehan Seksual, Pondok Pesantren di Malang Disegel Yakuza Maneges
Anggaran Jumbo BSPS Masuk Sampang, Masyarakat Diminta Kawal Agar Tepat Sasaran
Pelecehan Seksual Terhadap Santriwati di Malang, Yakuza Maneges Datangi Pondok Soroti Rekam Jejak Kyai
26 Nama MBG di Tangan Kejagung, Didik Haryanto: Jangan Ada Anggota DPR yang Dilindungi
Eksekusi Berjalan Kondusif, Kuasa Hukum Pemenang Lelang Tegaskan Putusan Inkracht Wajib Dihormati dan Apresiasi Kinerja Aparat
MBG Jadi Ladang Cuan? Dugaan Jual Beli Titik Rp300 Juta dan Nama Politikus Madura Mengemuka

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:01 WIB

Muatan Tenggelam, Nyawa Terselamatkan; KM LA RISKY Karam di Selatan Pulau Mamburit Sumenep

Senin, 15 Juni 2026 - 10:04 WIB

Embung Maut di Desa Junok Sampang, Tiga Balita Bersaudara Meninggal Dunia dalam Satu Peristiwa

Senin, 15 Juni 2026 - 00:23 WIB

KPK Tunggu Bukti Pendukung, KAKI Jatim Desak Dugaan Keterlibatan Bupati Bangkalan dalam Dana Hibah Pokmas Diusut

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:24 WIB

Kyai MR Diduga Terlibat Pelecehan Seksual, Pondok Pesantren di Malang Disegel Yakuza Maneges

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:17 WIB

Anggaran Jumbo BSPS Masuk Sampang, Masyarakat Diminta Kawal Agar Tepat Sasaran

Berita Terbaru

NASIONAL

STOP Anggaran Publikasi di Sumenep

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:35 WIB