KEDIRI — Lingkungan pemukiman sederhana namun asri berdiri di belakang pasar loak Jalan Pangrango Pongan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pemukiman tersebut menjadi ruang bernaung bagi anak-anak jalanan serta sedikitnya 53 orang lanjut usia (lansia) telantar. Tempat yang dikenal sebagai Rumah Lansia Gusdurian atau Rumah Kemanusiaan Akar Kasih ini beroperasi tanpa kunci pintu, siapa saja boleh masuk dengan berlandaskan moral dan etika.
Keberadaan panti ini diinisiasi oleh Antok Beler, pria bernama asli Anugerah Yunianto bersama adiknya, Yunita Maria. Panti ini memiliki keterikatan sejarah dengan semangat cinta kasih global. Bagi pengagum sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut, esensi kasih sayang adalah bahasa universal yang melintasi sekat suku, agama, ras, maupun status sosial.
Sebelum mengabdikan hidupnya untuk aksi sosial, Antok melewati masa muda yang kelam. Julukan “Beler” melekat dari perjalanannya yang dahulu akrab dengan minuman keras dan obat-obatan terlarang hingga sempat kehilangan harta benda dan rumah tangga. Titik balik kehidupannya bermula saat ia mendapatkan bimbingan spiritual dari seorang Imam Katolik, Romo Nunung di Pare.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, Antok menjabat sebagai Koordinator Gusdurian Pare, sebuah peran unik mengingat dirinya beragama Katolik. Bersama sang adik yang mengurus logistik panti, Antok memandang aksi sosial ini sebagai jalan penebusan dosa sekaligus panggilan jiwa.
Keberlanjutan pelayanan sosial di Rumah Lansia Gusdurian terus mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Panti sosial ini kedatangan tamu istimewa dari organisasi sosial spiritual Yakuza Maneges Pusat Kediri, pada Jumat 31/7/2026.
Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, rombongan menyalurkan bantuan berupa paket kebutuhan pokok (sembako) untuk menyokong kebutuhan harian 53 warga senior dan 5 anak yang berada di panti. Selain itu, Yakuza Maneges juga memberikan apresiasi khusus kepada belasan relawan panti yang tanpa lelah mendedikasikan waktu mereka merawat kaum lemah.
Ketua Yakuza Maneges Pusat Kediri, yang akrab disapa Om Jack, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari agenda rutin Jumat Berkah yang bersumber dari donasi swadaya anggota.
“Hari ini teman-teman Yakuza Pusat mengadakan bakti sosial sebagai agenda rutin Jumat Berkah kami. Kami berdonasi untuk panti asuhan dan masyarakat yang sekiranya membutuhkan. Kami semua punya komitmen untuk membantu masyarakat yang lemah,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Om Jack tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan langsung kondisi para lansia penghuni panti yang beragam sejarahnya. Ia berharap kehadiran mereka dapat memberikan kehangatan layaknya keluarga.
“Melihat kondisi lansia di sini, banyak teman-teman yang terharu, apalagi saya. Rasanya sedih melihat orang tua yang tidak ada keluarga atau pendamping. Kehadiran kami di sini mudah-mudahan bisa menjadi obat pengobat rindu bagi mbah-mbah yang kangen keluarga dan anak-anaknya,” ungkapnya.
Bantuan stok logistik dari Yakuza Maneges disambut rasa syukur yang mendalam oleh relawan bagian dapur. Perwakilan relawan juru masak panti, Yunita Maria, mengaku sangat bahagia dan terharu atas kedatangan rombongan yang membawa bantuan sembako pas disaat pasokan bahan pangan di dapur panti sedang menipis.
“Sangat-sangat bahagia dan sangat-sangat terharu. Pas kosong, alhamdulillah ada bantuan,” ujar Yunita dengan wajah berseri-seri saat ditemui di area panti.
Ia menceritakan tantangan harian merawat puluhan lansia dengan berbagai karakter dan kondisi fisik, mulai dari yang pikun hingga sering teringat keluarga. Oleh karena itu, kepastian pasokan bahan makanan harian sangat berarti bagi kelangsungan hidup para lansia.
“Kebutuhan setiap hari itu terus berjalan. Saya berharap semakin banyak orang-orang yang peduli melihat kami di sini. Dan untuk anak-anak di luar sana, semoga semakin berbakti pada orang tuanya, jangan sampai dititipkan di tempat seperti ini. Kasihan, ini kan hari-hari akhir mereka,” ungkapnya penuh haru.
Sambutan Hangat dan Doa dari
Koordinator Gusdurian Kediri, Antok Beler, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh komunitas tersebut.
“Saya mengucapkan mewakili relawan Gusdurian Kediri mengucapkan banyak terima kasih, dan semoga menjadi barokah. Terima kasih orang baik, terima kasih Yakuza Maneges, mantap!” tegas Antok Beler.
Ia menambahkan harapan agar organisasi sosial spiritual tersebut terus tumbuh dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga Yakuza Maneges semakin jaya, tetap bermanfaat di Indonesia,” harapnya.
Sinergi dan kolaborasi nyata antara pengelola Rumah Lansia Gusdurian serta Yakuza Maneges Pusat Kediri ini menjadi cerminan hangatnya rasa kepedulian sosial lintas komunitas di Kediri Raya dalam menjaga dan memuliakan para lansia telantar.
Penulis : Bimo







