Membakar Semangat Kepeloporan: Ketika Pemuda Probolinggo Ditantang Menjadi Subjek Perubahan

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Ruang pertemuan Tengger di Kantor Bupati Probolinggo mendadak riuh oleh energi muda, Selasa (23/6/2026). Sebanyak 130 pasang mata dari berbagai elemen.mulai dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, karang taruna, hingga komunitas lokal—berkumpul dengan satu narasi besar yang sama menolak sekadar menjadi penonton dalam pembangunan daerah.

 

Lewat Sarasehan Pemuda Pelopor yang diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, generasi muda ini ditantang untuk naik kelas. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemuda bukan lagi sekadar objek, melainkan motor utama penggerak perubahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, saat membuka acara menyampaikan pesan kuat mengenai reposisi peran pemuda. Menurutnya, arah masa depan daerah berada sepenuhnya di tangan kreativitas generasi hari ini.

 

“Pemuda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek. Pemuda harus mampu menghadirkan ide, kreativitas, inovasi, dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegas Sjaiful di hadapan ratusan peserta.

 

Ia berharap ruang pertemuan Tengger hari itu bukan sekadar menjadi tempat duduk dan mendengar, melainkan menjadi laboratorium ide, tempat berbagi pengalaman, sekaligus jembatan untuk membangun jejaring kolaborasi antar komunitas.

 

Untuk memantik api kepeloporan tersebut, sarasehan ini menghadirkan dua sudut pandang penting akademis dan empiris. Hadir sebagai narasumber, Hifdil Islam, seorang akademisi dari Universitas Zainul Hasan Genggong yang membedah kepeloporan dari sisi keilmuan dan wawasan karakter.

 

Suasana semakin hidup saat panggung beralih ke sesi berbagi pengalaman nyata. Disporapar menghadirkan sosok Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2012 asal Kecamatan Paiton. Kisah suksesnya dalam melahirkan inovasi di tingkat tapak menjadi bukti sahih bahwa pemuda dari desa pun mampu mendobrak panggung nasional dan membawa harum nama Kabupaten Probolinggo.

 

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengungkapkan bahwa agenda ini adalah investasi jangka panjang pemerintah daerah untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) muda.

 

“Melalui sarasehan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan pemuda tentang inovasi, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kreativitas, serta kepedulian sosial,” urai Heri.

 

Lebih dari sekadar pelatihan rutin, Heri membidik target yang lebih besar. Ia ingin forum ini menjadi rahim yang melahirkan calon-calon pemuda pelopor baru yang siap berkompetisi di tingkat regional maupun nasional.

 

“Pemuda memiliki potensi besar untuk menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Kami akan terus mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tambahnya.

Di akhir acara, sebuah ajakan kolaboratif digaungkan kembali oleh Sjaiful Efendi. Ia meminta seluruh peserta untuk membawa pulang semangat dari ruangan tersebut ke komunitas masing-masing.”Semoga dari forum ini lahir pemuda-pemuda pelopor baru yang mampu menjadi teladan dan penggerak kemajuan Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya optimis.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun
Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN
Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Berita Terbaru