Bupati Sumenep Lakukan Penyegaran Birokrasi, Dorong Lompatan Kinerja Pemerintahan

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan PPT Pratama di Paseban Agung Sultan Abdurrahman.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan PPT Pratama di Paseban Agung Sultan Abdurrahman.

SUMENEP, Selasa (23/6/2026) – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan melalui pergeseran sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama di lingkungan Pemkab Sumenep.

Kebijakan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efektivitas kinerja organisasi perangkat daerah sekaligus mendorong terciptanya birokrasi yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pergeseran jabatan ini bukan sekadar rotasi struktural, melainkan bagian dari strategi penyegaran organisasi untuk memperkuat kapasitas pemerintahan dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

“Pergeseran jabatan ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran organisasi agar roda pemerintahan berjalan lebih dinamis, responsif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang terus berkembang,” ujar Bupati dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji PPT Pratama di Paseban Agung Sultan Abdurrahman, Selasa (23/6/2026).

Ia menambahkan, setiap pejabat yang dilantik telah melalui proses pertimbangan matang berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, serta kebutuhan organisasi. Penempatan jabatan dilakukan untuk memastikan setiap perangkat daerah dapat bekerja secara optimal sesuai bidangnya.

Menurutnya, dinamika pemerintahan saat ini menuntut seluruh aparatur sipil negara untuk bekerja lebih profesional, transparan, dan akuntabel, terutama dalam menghadapi perubahan regulasi, perkembangan teknologi informasi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik.

“Pemerintah daerah harus meninggalkan pola kerja yang biasa-biasa saja. Kita membutuhkan birokrasi yang adaptif, inovatif, cepat mengambil keputusan, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga melantik sejumlah pejabat dalam jabatan baru, di antaranya:

Didik Wahyudi sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)

Wahyu Kurniawan Pribadi sebagai Asisten Administrasi

Ahmad Laili Maulidi sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat

Ahmad Zulkarnaen sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)

Bupati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak ditentukan oleh satu perangkat daerah saja, melainkan oleh sinergi dan kolaborasi seluruh unsur pemerintahan.

“Para pejabat yang mendapat amanah baru harus memperkuat sinergi lintas sektor. Keberhasilan pemerintah daerah ditentukan oleh kerja bersama, bukan kerja sendiri-sendiri,” pungkasnya.

Dengan adanya pergeseran ini, Bupati Sumenep berharap roda pemerintahan semakin solid, pelayanan publik semakin meningkat, dan program pembangunan daerah dapat berjalan lebih maksimal serta tepat sasaran.

Penulis : Red

Berita Terkait

Transfer Pusat Tergerus Rp212,7 Miliar, Inilah Jawaban Pemkab Sumenep di Paripurna DPRD
Pawai Anak Pragaan Bikin Suasana Kemerdekaan Makin Meriah, Camat: Ini Investasi Nasionalisme
Anggaran Air Galon Dispendukcapil Probolinggo Capai Puluhan Juta, Publik Heran: “Itu Minum Apa Mandi?”
Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Warga Perkuat Gotong Royong
Pemkab Sumenep dan UWG Malang Buka Kolaborasi Strategis, Fokus Perkuat SDM dan Potensi Daerah
Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?
Ketika Kepedulian Tumbuh dari Uang Jajan: Siswa Kelas VI SDN Panaongan III Sumenep Belikan Tas dan Sepatu untuk Temannya
Bupati Sumenep: Busana Adat Nusantara Jadi Simbol Kebinekaan, Persatuan Tak Boleh Retak

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:36 WIB

Transfer Pusat Tergerus Rp212,7 Miliar, Inilah Jawaban Pemkab Sumenep di Paripurna DPRD

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Anggaran Air Galon Dispendukcapil Probolinggo Capai Puluhan Juta, Publik Heran: “Itu Minum Apa Mandi?”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Warga Perkuat Gotong Royong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Pemkab Sumenep dan UWG Malang Buka Kolaborasi Strategis, Fokus Perkuat SDM dan Potensi Daerah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?

Berita Terbaru