SURABAYA – Pendekatan STEM adalah pendekatan yang menggabungkan empat aspek, yaitu science (sains), technology (teknologi), engineering (rekayasa), dan mathematics (matematika). Di era yang sarat perkembangan ilmu dan teknologi saat ini, pembelajaran berbasis STEM dapat membantu murid di Indonesia untuk memecahkan permasalahan yang relevan dengan kehidupan nyata. Selain itu, pembelajaran STEM yang bersifat multidisipliner juga mendorong murid untuk berpikir kritis dan berkreasi untuk mengembangkan kemampuannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk membantu guru-guru di Surabaya merancang pembelajaran berbasis STEM di kelasnya, Program Studi S-2 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat di SMA Negeri 16 Surabaya. Bertempat di Aula SMA Negeri 16 Surabaya pada tanggal 30 Juni 2026, kegiatan pengabdian dihadiri oleh sebanyak 105 peserta yang merupakan guru sekolah di Surabaya dan sekitarnya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMA Negeri 16 Surabaya, Sunawan Hadi Santoso, S.Pd., M.Pd., serta Koordinator Program Studi S-2 Pendidikan Biologi, Prof. Dr. Yuliani, M.Si., sekaligus mengenalkan profil Program Studi S-2 Pendidikan Biologi kepada peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi. Pertama, Dr. Raharjo, M.Si. menyampaikan materi terkait dengan dasar-dasar pembelajaran berbasis STEM. Beliau menyampaikan bahwa sebenarnya pendekatan STEM tidaklah serumit yang dibayangkan oleh guru-guru untuk diterapkan di kelas.
Kegiatan dilanjutkan oleh Dr. Sifak Indana, M.Pd. yang menjelaskan kaitan pembelajaran STEM dalam kurikulum di sekolah di Indonesia. Beliau memandu peserta dalam memetakan capaian pembelajaran dalam mata pelajaran yang dapat diintegrasikan dengan STEM. Materi ketiga disampaikan oleh Prof. Dr. Endang Susantini, M.Pd. dan Dr. Nur Kuswanti, M.Sc.St. yang menjelaskan salah satu contoh penerapan pendekatan STEM dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) penyaringan air untuk mata pelajaran biologi. Rangkaian kegiatan pengabdian ditutup dengan diskusi dengan peserta.

Hasil respons peserta menunjukkan bahwa 100% guru menyatakan bahwa kegiatan PKM ini sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta sangat antusias dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 85% guru juga menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SMA. Dengan kegiatan pengabdian ini, diharapkan guru-guru yang hadir sebagai peserta mampu mengembangkan pembelajaran berbasis STEM di kelasnya masing-masing.
Penulis : Abd Hamid







