Bupati Sumenep Bawa Aspirasi Warga Kepulauan ke Kemenhub, Kelancaran Penyeberangan Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Pemkab Sumenep saat melakukan audiensi dengan Kementerian Perhubungan RI membahas penguatan konektivitas dan kelancaran transportasi laut bagi masyarakat kepulauan.

Keterangan Foto: Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Pemkab Sumenep saat melakukan audiensi dengan Kementerian Perhubungan RI membahas penguatan konektivitas dan kelancaran transportasi laut bagi masyarakat kepulauan.

SUMENEP, Detikzone.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat komunikasi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk mendorong peningkatan konektivitas transportasi laut, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Upaya tersebut dilakukan Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, bersama jajaran pemerintah daerah melalui audiensi dengan Kementerian Perhubungan RI.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan strategis sektor perhubungan laut menjadi pembahasan. Salah satu perhatian utama Pemkab Sumenep adalah memastikan akses penyeberangan dari kepulauan menuju daratan maupun sebaliknya dapat berjalan lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak hal yang kita bicarakan dengan Kementerian Perhubungan, salah satunya berkaitan dengan aksesibilitas transportasi laut untuk menunjang mobilitas masyarakat,” kata Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo.

Menurutnya, transportasi laut merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat kepulauan. Selain menjadi sarana mobilitas warga, jalur pelayaran juga memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas perekonomian dan pelayanan masyarakat.

Karena itu, Pemkab Sumenep menempatkan kelancaran penyeberangan sebagai salah satu agenda yang perlu mendapat perhatian dan dukungan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Yang kedua, salah satunya berkaitan dengan aksesibilitas penyeberangan dari pelabuhan. Ini yang menjadi prioritas kita agar seluruh penyeberangan itu berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Bupati menegaskan, penguatan konektivitas antarpulau tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar berbagai kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan dapat ditangani secara tepat.

“Kita terus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat. Ini menjadi bagian dari cara kita untuk melayani masyarakat di Kabupaten Sumenep, khususnya masyarakat kepulauan yang memang membutuhkan akses pelayaran,” tutur Achmad Fauzi.

Ia berharap peningkatan akses transportasi laut dapat memberikan dampak langsung terhadap kemudahan mobilitas masyarakat. Konektivitas yang semakin baik juga dinilai penting untuk mendukung pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.

“Masyarakat di kepulauan membutuhkan akses pelayaran dari kepulauan ke daratan ataupun dari daratan ke kepulauan. Karena itu, kelancaran transportasi laut menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Drs. Achmad Zulkarnain, MH; Kepala BKAD Sumenep, Ir. Didik Wahyudi, MSI; Staf Ahli Bupati, Hizbul Wathan, SH, MH; Joko Satrio; serta Kabag Humas dan Protokol, Helmi.

Kehadiran jajaran tersebut menunjukkan keseriusan Pemkab Sumenep dalam mengawal agenda penguatan konektivitas transportasi laut. Koordinasi dengan pemerintah pusat diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan pelayanan penyeberangan bagi masyarakat.

Bagi warga kepulauan, transportasi laut bukan sekadar sarana perjalanan. Jalur pelayaran menjadi penghubung utama menuju pusat pemerintahan, pelayanan kesehatan, pendidikan, perdagangan, serta berbagai kebutuhan sosial dan ekonomi.

Dengan konektivitas yang semakin baik, Pemkab Sumenep berharap jarak geografis antara wilayah kepulauan dan daratan tidak lagi menjadi hambatan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan dan mengembangkan aktivitas ekonominya.

Berita Terkait

Transfer Pusat Tergerus Rp212,7 Miliar, Inilah Jawaban Pemkab Sumenep di Paripurna DPRD
Pawai Anak Pragaan Bikin Suasana Kemerdekaan Makin Meriah, Camat: Ini Investasi Nasionalisme
Anggaran Air Galon Dispendukcapil Probolinggo Capai Puluhan Juta, Publik Heran: “Itu Minum Apa Mandi?”
Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Warga Perkuat Gotong Royong
Pemkab Sumenep dan UWG Malang Buka Kolaborasi Strategis, Fokus Perkuat SDM dan Potensi Daerah
Taman Prameswati Mirip Nama Wali Kota Kediri: Inisiasi Edukatif atau Preseden Politisasi APBD?
Ketika Kepedulian Tumbuh dari Uang Jajan: Siswa Kelas VI SDN Panaongan III Sumenep Belikan Tas dan Sepatu untuk Temannya
Bupati Sumenep: Busana Adat Nusantara Jadi Simbol Kebinekaan, Persatuan Tak Boleh Retak

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Bupati Sumenep Bawa Aspirasi Warga Kepulauan ke Kemenhub, Kelancaran Penyeberangan Jadi Prioritas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Pawai Anak Pragaan Bikin Suasana Kemerdekaan Makin Meriah, Camat: Ini Investasi Nasionalisme

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Anggaran Air Galon Dispendukcapil Probolinggo Capai Puluhan Juta, Publik Heran: “Itu Minum Apa Mandi?”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Warga Perkuat Gotong Royong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Pemkab Sumenep dan UWG Malang Buka Kolaborasi Strategis, Fokus Perkuat SDM dan Potensi Daerah

Berita Terbaru