Pancing Kerupuk hingga Tali Gila,Cara Unik Bupati Probolinggo Rekatkan Komunikasi Antar-OPD

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO- Alun-alun Kraksaan mendadak riuh, Gelak tawa dan sorak-sorai memecah ketegangan birokrasi yang biasa melekat pada para abdi negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo,Minggu (23/8/2026).

Hari itu, dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekat-sekat jabatan seolah runtuh. Pimpinan daerah hingga staf membaur menjadi satu, berkompetisi dalam balutan lomba olahraga rekreasi yang diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Diskoparekraf) Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo, Haris, yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM, tidak hanya menonton dari tenda kehormatan. Mengenakan pakaian olahraga, keduanya turun langsung ke lapangan. Mereka ikut merasakan peluh dan keseruan lomba pancing kerupuk, makan pisang, hingga permainan membingungkan yang memancing tawa: lomba tali gila.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Bupati Haris, keringat yang menetes di Alun-alun Kraksaan hari itu memiliki makna filosofis yang mendalam. Ia menegaskan bahwa rangkaian agenda kemerdekaan ini bukan sekadar seremonial tahunan atau formalitas pengisi kalender kerja.

“Setiap hari kemerdekaan kita selalu mengadakan acara untuk kebersamaan, baik teman-teman Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda dan lain sebagainya. Memang acara ini untuk menguatkan kebersamaan sekaligus merayakan kemerdekaan kita,” ujar Bupati Haris di sela-sela kegiatan.

 

Di balik keseruan lomba tradisional, ada pesan tegas yang ingin disampaikan sang kepala daerah: hilangkan ego sektoral. Kemerdekaan, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi semangat kerja kolektif. Pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo tidak akan berjalan maksimal jika tiap instansi masih berjalan sendiri-sendiri di jalurnya masing-masing.

 

“Jadi memang kebersamaan ini agar semangat kekeluargaan dan semangat bekerja berjalan. Tidak ada yang jalan sendiri-sendiri, semuanya bekerja bersama,” tegasnya.

Kedisipilinan dalam merawat kebersamaan ini bahkan diwujudkan Bupati Haris lewat instruksi khusus. Ia beberapa kali mewajibkan seluruh pimpinan dan jajaran OPD untuk hadir tanpa terkecuali dalam kegiatan bersama seperti ini. Kehadiran fisik dinilai menjadi langkah awal membangun komunikasi yang cair, yang nantinya akan berdampak pada kekompakan saat mengambil kebijakan di meja kerja.

“Setiap jajaran harus memiliki komitmen untuk bekerja sebagai satu kesatuan. Apabila terdapat pihak yang berhalangan hadir dalam agenda bersama, harus disertai dengan alasan yang jelas. Tidak boleh jalan sendiri-sendiri,” imbuh Bupati Haris, berharap kekompakan ini melahirkan performa yang lebih solid dalam melayani masyarakat.

Senada dengan visi bupati, Kepala Diskoparekraf Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengungkapkan bahwa pemilihan olahraga rekreasi dan tradisional ini sengaja dilakukan untuk membumikan kembali budaya gotong royong yang mulai tergerus zaman. Lomba pancing kerupuk, makan pisang, tali gila, hingga jepit bola menjadi cermin filosofi kerja tim.“Kegiatan ini adalah dari kita, untuk kita, oleh kita. Jadi memang dibutuhkan kolaborasi, kerja sama dan kebersamaan,” tutur Heri.

 

Heri menambahkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memosisikan diri sebagai motor penggerak dan pemersatu bangsa. Oleh sebab itu, keterlibatan aktif dalam setiap ruang sosial—tanpa memandang batasan instansi—menjadi hal yang wajib dipupuk.Kemeriahan di Alun-alun Kraksaan hari itu pun ditutup dengan kepuasan.

Tidak hanya kesehatan fisik yang didapat melalui jalan sehat dan olahraga tradisional, tetapi ada energi kekeluargaan baru yang dibawa pulang oleh para ASN Pemkab Probolinggo untuk modal membangun daerah esok hari.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Ditengah Himpitan Ekonomi, Pasangan Dhuafa Panaongan Rasakan Manfaat UHC Sumenep, Terharu dengan Pelayanan, Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati dan RSUD
BEN Carnival 2026 Hadir Berbeda, Malam Hari Semarakkan Kemerdekaan dan Budaya Nusantara
Jemput Bola Lindungi Paru-Paru, Dinkes Probolinggo dan STPI ‘Sisir’ TBC Lewat Mobile X-Ray
Gebrakan Nakes Berprestasi: Sumiyati Resmi Pimpin Sukokerto, Langsung Bentuk Tim HEBAT
Bupati Sumenep Bawa Aspirasi Warga Kepulauan ke Kemenhub, Kelancaran Penyeberangan Jadi Prioritas
Transfer Pusat Tergerus Rp212,7 Miliar, Inilah Jawaban Pemkab Sumenep di Paripurna DPRD
Pawai Anak Pragaan Bikin Suasana Kemerdekaan Makin Meriah, Camat: Ini Investasi Nasionalisme
Anggaran Air Galon Dispendukcapil Probolinggo Capai Puluhan Juta, Publik Heran: “Itu Minum Apa Mandi?”

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Pancing Kerupuk hingga Tali Gila,Cara Unik Bupati Probolinggo Rekatkan Komunikasi Antar-OPD

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:36 WIB

BEN Carnival 2026 Hadir Berbeda, Malam Hari Semarakkan Kemerdekaan dan Budaya Nusantara

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Jemput Bola Lindungi Paru-Paru, Dinkes Probolinggo dan STPI ‘Sisir’ TBC Lewat Mobile X-Ray

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:19 WIB

Gebrakan Nakes Berprestasi: Sumiyati Resmi Pimpin Sukokerto, Langsung Bentuk Tim HEBAT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Bupati Sumenep Bawa Aspirasi Warga Kepulauan ke Kemenhub, Kelancaran Penyeberangan Jadi Prioritas

Berita Terbaru