TAGIGA: Dari Suara Siswa, Tumbuh Budaya Qur’ani di SDN Panaongan III

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Ada pemandangan yang tidak biasa dalam sepekan terakhir di SDN Panaongan III. Jika biasanya suasana pagi di sekolah tersebut diawali lantunan murotal Al-Qur’an dari rekaman suara para qari’ terkenal melalui pengeras suara sekolah, kini suara yang terdengar justru berasal dari anak-anak sekolah itu sendiri.

Secara bergiliran, sejumlah siswa yang telah fasih membaca Al-Qur’an melantunkan ayat-ayat suci melalui pengeras suara sekolah. Suara polos anak-anak yang membaca dengan penuh kesungguhan itu mengalun di tengah aktivitas pagi, menghadirkan suasana yang berbeda lebih dekat, lebih hidup, dan terasa begitu personal.

Menariknya, lantunan ayat suci tersebut berlangsung bersamaan dengan program SASIDA (Sambut Siswa Datang). Di gerbang sekolah, tiga siswa bersama beberapa guru menyambut kedatangan teman-temannya. Sementara dari dalam lingkungan sekolah, suara Al-Qur’an mengiringi langkah siswa yang satu per satu memasuki halaman sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program tersebut kemudian diberi nama TAGIGA (Tadarus Pagi di Pantiga) dan dilaksanakan setiap hari.

Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, menjelaskan bahwa TAGIGA baru berjalan sekitar satu minggu. Namun, lahirnya program tersebut justru berawal dari sebuah kejadian sederhana yang nyaris tanpa perencanaan.

“Ini sebenarnya berawal dari sebuah kebetulan. Saat itu Tanaga Kependidikan Sekolah, H. Sutikno sedang menyapu ruangan kantor. Tiba-tiba terbersit dalam pikirannya, mengapa suara murotal dari mesin tidak diganti saja dengan suara anak-anak kita sendiri,” ungkap Agus.

Gagasan sederhana itu kemudian langsung diwujudkan. H. Sutikno memanggil beberapa siswa yang dinilai sudah fasih membaca Al-Qur’an untuk mencoba melantunkan ayat suci melalui pengeras suara sekolah.

Tak disangka, dari sebuah pikiran sederhana saat menyapu ruangan kantor itu justru lahir sebuah kebiasaan baru yang kini menjadi bagian dari suasana pagi di SDN Panaongan III.

Bagi Agus, TAGIGA bukan sekadar mengganti rekaman murotal dengan suara siswa. Lebih dari itu, program tersebut memberikan ruang kepada anak-anak untuk berani membaca Al-Qur’an, membangun kepercayaan diri, sekaligus menghadirkan nilai-nilai keagamaan sejak mereka mengawali hari di sekolah.

“Ketika yang terdengar adalah suara anak-anak kita sendiri, ada rasa yang berbeda. Mereka bukan hanya mendengarkan Al-Qur’an, tetapi ikut menjadi bagian dari suasana Qur’ani di sekolah,” tuturnya.

Kepala sekolah yang dikenal ikonik dengan blangkon tersebut berharap TAGIGA dapat semakin memperkuat budaya keagamaan yang selama ini telah tumbuh di SDN Panaongan III.

Program itu nantinya diharapkan berjalan beriringan dengan sejumlah kegiatan keagamaan yang telah rutin dilaksanakan, seperti BAYAMA (Baca Yasin Bersama), PEMBASUH (Pembiasaan Baca Sifat Dua Puluh), serta JUMPAYASIN (Jumat Sapa Yatim dan Fakir Miskin).

Di Pantiga, pagi ternyata tidak selalu harus dimulai dengan suara dari sebuah mesin.

Kadang, suara paling bermakna justru lahir dari suara anak-anak sendiri, suara yang mungkin masih sederhana, tetapi membawa keberanian, ketulusan, dan harapan.

Dan dari sebuah sapu, sebuah pikiran sederhana, serta suara beberapa anak yang membaca Al-Qur’an, lahirlah TAGIGA: sebuah ikhtiar kecil untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak pagi, sejak langkah pertama anak-anak memasuki sekolah.

Berita Terkait

Upacara Senin yang Penuh Haru di SDN Panaongan III, Guru Senior Purna Tugas Diberi Penghormatan
BIAS di SDN Panaongan III: Imunisasi, Edukasi Kusta, dan Pelajaran Kesehatan yang Disambut Hangat Siswa
SDN Panaongan III Jadi Contoh Konsistensi Jalankan Perbup Bahasa Madura dalam Safari Pendidikan Sumenep
Dari Blangkon ke Buku, Agus Sugianto Tinggalkan Jejak Untuk Masa Depan SDN Panaongan III Sumenep
Kilas Nostalgia Himpun Alumni IQDA 1997–2026, IKA UIN Madura Resmi Diluncurkan
Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81
Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?
WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 21:43 WIB

TAGIGA: Dari Suara Siswa, Tumbuh Budaya Qur’ani di SDN Panaongan III

Senin, 14 September 2026 - 16:37 WIB

Upacara Senin yang Penuh Haru di SDN Panaongan III, Guru Senior Purna Tugas Diberi Penghormatan

Jumat, 11 September 2026 - 14:57 WIB

BIAS di SDN Panaongan III: Imunisasi, Edukasi Kusta, dan Pelajaran Kesehatan yang Disambut Hangat Siswa

Rabu, 9 September 2026 - 17:59 WIB

SDN Panaongan III Jadi Contoh Konsistensi Jalankan Perbup Bahasa Madura dalam Safari Pendidikan Sumenep

Selasa, 8 September 2026 - 19:43 WIB

Dari Blangkon ke Buku, Agus Sugianto Tinggalkan Jejak Untuk Masa Depan SDN Panaongan III Sumenep

Berita Terbaru