PROBOLINGGO – Pendekatan kepemimpinan berbasis data dan kelestarian lingkungan menjadi warna utama dalam penyaluran bantuan sosial berskala besar di Kabupaten Probolinggo. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan anggaran sebesar Rp19.824.700.000 yang dikemas melalui 16 program lintas sektor untuk mengintervensi kemiskinan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat setempat.
Apresiasi mendalam mengalir dari Bupati Probolinggo, Haris, saat mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam petemuan “Sapa Bansos dan Bakti Sosial” di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan. Di hadapan ratusan warga, Bupati Haris secara terbuka mengagumi gaya kepemimpinan Khofifah yang dinilainya sangat teknokratis namun tetap humanis.
“Setiap pagi beliau selalu menyampaikan dan membaca data. Dalam menyelesaikan berbagai persoalan, beliau selalu menekankan pentingnya data. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami bahwa setiap kebijakan publik memang harus didukung oleh data yang akurat,” ujar Bupati Haris,Selasa (3/11/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain aspek manajerial, Bupati Haris juga menyoroti visi ekologis Gubernur Jatim melalui aksi nyata penanaman mangrove di wilayah pesisir Probolinggo. “Menanam bukan sekadar meletakkan pohon di tanah, tetapi menanam kebaikan untuk generasi mendatang. Cara terbaik memprediksi masa depan adalah dengan ikut menciptakannya,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat yang hadir untuk melihat momentum silaturahmi ini melampaui urusan seremonial bagi-bagi bantuan. Khofifah menekankan pentingnya membangun kohesi sosial dan spiritualitas di tengah masyarakat.
“Yakinlah, langkah kita dari rumah menuju ke sini, jika diniatkan sebagai bagian dari proses pencarian ilmu kehidupan dan persaudaraan, maka setiap langkah itu akan memudahkan jalan kita menuju surganya Allah,” ungkap Khofifah hangat.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, merinci bahwa total anggaran Rp19,8 miliar tersebut bersumber dari Rupiah Murni dan Perubahan APBD (P-APBD) Jatim. Guna memastikan program tepat sasaran, Pemprov Jatim juga membuka posko digitalisasi perlindungan sosial di lokasi acara agar warga bisa langsung memverifikasi status desil kemiskinan mereka.
Sektor dan layanan yang menyentuh masyarakat dalam program ini meliputi,
Pembinaan jalan kabupaten lewat 150 paket aspal Dinas PU,serta bantuan alat mesin pertanian.Paket gizi pencegahan stunting, khitanan massal 93 anak, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga alat bantu disabilitas.
Rombong usaha Baznas, zakat produktif, program Jatim Puspa, pemberdayaan nelayan, hingga beasiswa “Satu Keluarga Satu Sarjana”.Fasilitasi akad dan isbat nikah untuk 7 pasangan, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Melalui sinergi yang kuat antara Pemprov Jatim dan Pemkab Probolinggo, integrasi bantuan ini diharapkan mampu memberikan daya ungkit ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di Kabupaten Probolinggo.
Penulis : Moch Solihin








