Kadinsos Sumenep Cuek, Pemuda Muhammadiyah Akan Dampingi Korban Pencabulan Oknum Guru SDN Kebunagung II

Kamis, 16 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep Moh Andriansyah

Foto: Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep Moh Andriansyah

Sumenep, Detikzone.net- Cueknya Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Sumenep, Drs. Mustangin, M.Si yang tak sigap menyikapi kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur oknum guru PNS inisial S yang mengajar di SDN Kebunagung II, Pemuda Muhammadiyah siap melakukan pendampingan terhadap korban dengan totalitas.

“Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan kondisi psikis anak dan memberikan penguatan mental untuk meminimalisir trauma anak sehingga anak dapat melangsungkan kehidupan selanjutnya secara normal,” kata
ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep, Moh Andriansyah.

Bahkan dirinya berjanji, akan melakukan pendampingan hukum terhadap korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Termasuk kita akan mendampingi korban secara hukum sampai mendapat keadilan bagi korban dan pelaku dihukum seberat beratnya,” tuturnya.

Menurutnya, kasus dugaan pencabulan tersebut bukanlah kasus biasa. Oleh karenanya dia akan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah yang ada di Jawa Timur.

“Kita juga akan hadirkan konselor terbaik karena konselor memiliki fungsi yang fundamental dalam proses konseling, baik dari segi upaya preventif maupun upaya penyembuhan,” terangnya.

Diwartakan sebelumnya,– Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Sumenep, Drs. Mustangin, M.Si bersikap masa bodoh dengan banyaknya kasus pelecehan dan pencabulan anak dibawah umur di Kabupaten Sumenep, salah satunya kasus pencabulan oknum guru PNS inisial S yang mengajar di SDN Kebunagung II. Kamis, 16/05/2024.

Kadinsos P3A Mustangin saat dikonfirmasi media ini terkait langkah nyata yang akan dilakukan terhadap kasus pelecehan dan pencabulan yang semakin marak justru bungkam tanpa bahasa.

Bahkan saat dihubungi melalui telepon WhatsApp juga tidak merespon.

Cueknya Kadinsos P3A Sumenep seakan berbanding terbalik dengan keinginan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang menginginkan seluruh jajarannya menunjukkan kinerja responsif dan melayani.

Mustangin yang duduk di kursi empuk Kepala Dinas ini seperti tidak siap menjadi Kadis lantaran apatis dengan setiap persoalan yang semestinya menjadi bagian dari tanggung jawabnya.

Berkenan dengan itu, Praktisis hukum A. Effendi, S.H menyebut sikap yang ditunjukkan Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin itu tidaklah layak.

“Sikap cuek Kadinsos Mustangin terkait Kasus Pencabulan seakan menampar muka Bupati Sumenep,” ujar A. Effendi, S.H.

Menurut dia, mestinya Kadinsos Sumenep itu resah dengan maraknya kasus pencabulan.

“Tapi jika diam dan masa bodoh itu cerminan ketidakbecusan kinerjanya,” kata A. Effendi, S.H.

Pendiri Lidik Hukum dan Ham ini-pun meminta Kadinsos Mustangin memundurkan diri dari pada menunjukkan kinerja buruk.

“Kadinsos tidak boleh bersikap pura pura tuli. Jika tidak mampu mengemban amanah yang telah diberikan Bupati mending mengundurkan diri saja dari Kedinasannya. Sebab, Dinsos mempunyai peranan penting dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ungkapnya.

A. Effendi menegakan, jika kasus pencabulan tidak ada perhatian dari Dinsos Sumenep, maka seperti halnya membuka pintu gerbang kejahatan predator seksual.

“Kadinsos ini punya otak apa tidak. Coba pikir jika hal itu dialami oleh anaknya sendiri, apa dirinya akan diam saja. Saya tantang Kadinsos Sumenep membuktikan kinerjanya,” tukasnya .

Disisi lain, A. Effendi mendesak Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo agar mengambil sikap tegas terhadap jajarannya yang tidak satu frekuensi.

“Bupati Sumenep harus mengambil sikap tegas dengan adanya Kadinsos cuek seperti ini. Jika gaya kepemimpinannya demikian maka seperti halnya menampar muka Bupati yang telah berjuang membangun Kabupaten Sumenep,” tandasnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru